Belajar dari kesalahan

Saya dahulu pernah membuat beberapa kesalahan, tapi yang saya dapat dari orang tua saya adalah : menyadarkan bahwa itu salah namun tanpa amarah. Tanpa memarahi, karena saya akhirnya sadar sendiri bahwa itu salah. Tanpa menimbulkan trauma. Begitu pula ketika saya tertimpa musibah menabrak nenek-nenek di jalan yang sedang menyebrang, besoknya ibu saya berkata : “Bawa mobil lagi. Jangan kapok”.

Dari sana saya belajar bahwa Ibu saya tidak mau saya trauma. Saya cukup tahu bahwa saya salah, dan segala hal hukuman seperti : anak ini harus diberi pelajaran, tidak pernah saya dapatkan. Entahlah alasannya apa, karena jika itu terjadi pada abdul zuran dan adiba mungkin saya juga akan memberikan hukuman ya hehehe (maklum anak BRUTAL banget saya di zamannya). Tapi memang, karena bentukan itulah, saya jadi seperti ini. Dan mungkin karena itulah, saya menyadari bahwa kesalahan itu bukan sesuatu yang harus ditakutkan. Mengapa? Karena manusia selalu salah, namun dia akan belajar. Jika tak pernah salah, mungkin ia adalah batu. Karena batu gak bisa ngapa-ngapain, hihihi.

Saya kadang menganggap diri ini seperti keledai. Sudah salah, masih terulang lagi. Tapi akhirnya insting saya berkata untuk tidak membebani : “bisa aja takdir, kan?”. Ketika saya salah, saya juga tidak ragu untuk meminta maaf terlebih dahulu. Bisa saja bukan kesalahan kita, tapi tidak salahnya meminta maaf duluan kan? Menurut saya malah lebih mulia. Kadang saya merasa saya tidak takut salah, karena bentukan saya tidak takut pada hukuman, tapi alam pikir saya masih bisa menahan, mana yang harus diteruskan, mana yang tidak.

Dan apa yang saya pelajari dari kesalahan adalah sebenarnya bukan karena salah itu, percayalah se salah apapun dia pasti ada hikmahnya. Tidak usahlah membebani dan mencemooh diri sendiri (walaupun kadang saya lakukan), karena tidak ada gunanya. Tidak usahlah memarahi bertubi-tubi orang yang melakukan kesalahan, karena belum tentu dengan dimarahi dan dibentak, orang itu menjadi sadar kan? (kecuali yang korupsi, hihi). Jadi, jika lingkupnya adalah anak yang membuat kesalahan, lebih berarti kalau kita sebagai orang tua menjelaskan mengapa dia salah, dibanding menghukum dan membuat dia malah ingin melakukannya lagi dan lagi (alias penasaran). Jika memang pikirannya sudah matang, ketika dia berbuat salah, dia akan mengerti dengan betul. Tapi kalau dia masih anak-anak, dimana saraf masih belum bersinggungan dengan sempurna, bagaimana mungkin ia dapat mengerti apa yang kita teriakkan di muka mereka?

Mending lihat aja terus ke depan, dan buatlah kesempatan yang baru. Manusia juga bisa berubah, yakin deh. Oh ya,kalau kamu liat terus ke belakang, mungkin kamu lagi parkir.

Mudah-mudahan, setiap harinya, saya bisa menjadi semakin bijak. Aaaamiin.

 

Tulisan singkat yang tiba-tiba membuncah di kepala dan ingin dikeluarkan.

Setelah suatu momen terjadi… dimana saya tahu saya salah meskipun saya tidak benar-benar salah, tapi saya berani meminta maaf duluan. Oke, saya bukan pahlawan kalau gini doang. Kan masih belajar.

Advertisements

STORIES FROM TURKIYE (PART.1)

DAY 1: JEDDAH-ANKARA-CAPPADOCIA (NEVSEHIR)

 

Perjalanan saya dimulai dari Jeddah, Saudi Arabia. Pagi-pagi sekali kami sudah nongkrong di bandara King Abdul Aziz dan terbang menggunakan Saudi Airlines, selama kurang lebih 2 jam, alhamdulillah lancar dan mulus banget landingnya, tiba di Bandara Ankara disamput hujan rintik-rintik. Begitu sampai dan merasakan cuacanya yang dingin-dingin empuk, seger… beda banget sama cuaca mekkah yang anginnya kering. Merasa bahagia karena ini pertama kalinya saya ke turki, excited!

1804080823531254757968.jpg

Girang banget kenalan sama tour guide Turki yang kocak dan menggemaskan, namanya Tugrul tugnali.Dia adalah guide langganan Safari Suci, dan termasuk salah satu yg terbaik, sempet dapat penghargaan juga, wow. Mau bahas lebih banyak lagi ah…dia adalah orang Turki yang belajar Bahasa Indonesia di Universitas Indonesia, dan dapet istri orang padang, ngomong Indonesia nya fasih banget dengan logat nya yg tetep turki, dan doyan banget bilang : Badai-banjir, Ndeso, Cyiin, dan Bahasa-bahasa gaul lainnya :p. Surprising nya, ternyata usianya gak beda jauh dengan saya, hahhaa. Kirain lebih tuaa. Pas saya bilang gitu, dia langsung komen : “ orang Turki memang relatif terlihat lebih “boros” dibanding org Indonesia, alasannya karena kita terlalu banyak makan daging dan roti”. “tapi orang turki ganteng-ganteng!” . “Kalian juga cantik-cantik, dan hidungnya lebih kecil, kalau kita susah mau ciuman”. Hahahaa.. hobi banget berguyon yang bikin kita gak geje selama di perjalanan

Setelah dari bandara, kita langsung ketemu tempat makan, dengan sajian makanan khas turki, Kebab! Kepikiran banget kan kebab dengan kulit kebab digulung kayak di bandung, ternyata aslinya kebab itu disajikan di piring secara terpisah. Ada roti, nasi, kentang, dan daging kambing! Karena gak suka kambing, saya makanin karbo nya ajaa.. selamat datang lemak!!
1804080821571585345110.jpg

Perjalanan dari Ankara, ibu kota Turki dilanjutkan menuju Capadoccia, di daerah Avanos, durasi kurang lebih lima jam, dan diselingi beberapa spot seperti ATM (penting, karena banyak yg gak bawa lira), toilet umum yang berbayar (1 lira) tapi mewah banget kayak toilet hotel, dan tak lupa ke danau garam, salah satu danau terbesar di Turki. Biasanya disini ada flamino, tapi pas kita kesana ujannya turun, dan sempet poto-poto sebentar.

Selama perjalanan ke Capadoccia kita disuguhi pemandangan padang rumput yang luaass banget. Adem banget liatnya, jadi pengen memamah biak, hahaa. Sampai sekitar jam 8 malam kita sampai di Hotel, langsung makan malam. Hotelnya enak dan homey banget, alhamdulillah.

30261015_1945027132177092_8987019849116942336_n

DAY 2- CAPPADOCIA

Besoknya, subuh-subuh kita sudah siap di lobi hotel karena akan segera ke tempat Hot Air Baloons, Yippiii!! Alhamdulillah dapat kabar kalau kita fix bisa naik balloon, karena kabarnya grup hari kemarin gagal karena cuaca gak mendukung. Trus katanya harus pergi pagi banget karena nanti bakal menikmati sunrise dari atas, wow! Kita pergi ke lokasi dengan menggunakan mobil travel Hot air balloons (namanya Kayak Baloons), dan setiba disana, kumpulan balon balon udara raksasa membuat kita tercengang. Kecee… dan gak nyangka, basketnya lumayan besar, dengan kapasitas 17 orang.

Akhirnya balon udara pun naiik, naik dan naiik. Awalnya udah cemas karena saya takut ketinggian kayak naik pesawat, ternyata ini gak bikin panik, gak kerasa udah di atas, dan mungkin karena terlalu takjub dengan breathtaking view nya (sama poto-poto juga), jadi menikmati bangett! Pokonya pengalaman yang gak akan terlupa walaupun harus mengoreh kocek yang terlalu dalam (230 dollar US per orang, sekitar 3.2 juta rupiah weww, nyampe Bandung makan garem aja). Perjalanan dengan balon udara kurang lebih satu jam, sempet protes, kok bentar banget hahaha. Oh ya pas mau landing, ada posisi khusus, yaitu semua orang harus merapat ke pinggir basker, pegang tali sambal posisi setengah jongkok, katanya biar landingnya smooth…Setelah mendarat, ceritanya ada acara bersulang! Tapi gak pake bir yah, mungkin pake darah uler :p gak lupa terus poto-poto, supaya bisa posting di Instagram, huheuhee! Alhamdulillaah, Ya Allah, dreams comes true!!

Selanjutnya kita pulang ke hotel dan siap-siap untuk city tour! Horeey.. kata tugrul hari ini bakal padat banget, dan kita gak boleh ngaret, karena biasanya orang Indonesia delay dalam tour, diakibatkan tiap 5 detik akan selfi sambal duckface! Wkwkwkw. Tugrul juga bilang : Gak boleh ngeluuh, gak boleh bilang capeek! Hihiii,, bismillah, semangat!

Pemberhentian kitaa di city tour Cappadocia:

  1. tempat pembuatan karpet.

Disini gak boleh poto-poto, tapi asli keren banget karpetnya. Katanya bedanya yang dibuat disini dengan yg lain, karena pake sistem double knot, bukan single knot, dimana pada kualitas ia akan jauh lebih kuat karena lebih rapat. Lalu kita dikasih tau juga cara pembuatan sampai cara mereka memproses sendiri benang-benang sutra dari kempompongnya. Dengan harga yang fantastis, pastilah sesuai dengan kualitas bahan baku yang sangat terkontrol, sampai pembuatan yang begitu rumit, dimana 1 buah karpet berukuran sedang bisa selesai dalam waktu 6 bulan dan dikerjakan oleh 1 pekerja wanita. Ketika saya iseng nanya berapa harga karpet kecil, yang saya rasa cukup lucu untuk dipajang di dinding, antic banget karena seperti lukisan kota Istanbul : harganya 25 juta aja! Hahahaa. Ya Allah, kalau saya kesini lagi, semoga saya bisa ngeborong itu karpet, skrg mah masih belum bisa, xixixiix.

Nah yang kerennya dari tempat ini, kepikiran untuk ditiru di Bandung : Pemerintah Kota sini sangat support para warganya dalam memproduksi karpet ini. Warga yang diberdayakan kebanyakan adalah perempuan, dan mereka bekerja di rumah masing-masing. Mereka diberi pelatihan, diberi modal mesin pemintal dan bahan bakunya, dan jika sudah selesai karpetnya, pemerintah bantu memasarkan salah satunya di tempat yang saya datangi ini. Mereka bikin marketing yang jor-joran dengan presentasi (plus jamuan tel apel hangatnya yang enak), para pelayan yg sangat ramah, tempat yang cozy, akses yang nyaman dan baik dan pastinyaaa persuasif yang keren (ah kalau gak tahan godaan akan sulit nolak), sampai memberikan pengantaran gratis ke semua alamat di dunia! Begitu keren sistemnya, sebenernya Bandung juga bisa memberdayakan para perajut yg di Binong Jati atau sepatu di Cibaduyut dengan cara begini, biar perekonomian dan kesejahteraan lebih baik! Semoga, ya!

  1. Lembah Merpati

Ini tempat potospot aja sebenernya, dinamakan begitu karena ada bukit-bukit batu yang dibikin jendela-jendela untuk rumah para merpati. Ada tempat jual pernak-pernik lucunya juga sih, yang sayangnya, cuman dikasih waktu 15 menit disini, dan harus meluncur lagi ke tempat selanjutnya..

  1. Makan di dalam Gua

Ini RM nama nya Indonesia bangets (lupa namanya hahaa), trus suasananya seperti di dalam gua. Oh ya, sebagian besar RM yang dikunjungi di Turki, makanannya disajikan dalam 3 babak : makanan pembuka (isinya biasanya sup dan roti, agak aneh juga which is ketika saya makan ini udah kenyang duluan hahaha), kemudian main course, yang isinya daging atau ikan, dan beberapa sayuran. Lalu ditutup oleh buah-buahan (seringnya jeruk, tapi jeruknya enaak). Disini menu utamanya adalah daging yg dimasak di dalam kendi keramik, rasanya juicy..! Sebelum kendinya dateng lampu di ruangan tiba-tiba dimatiin, jadi kayak surprised gitu!! hehehe

 

  1. Goreme Open Air Museum

Ini adalah salah satu museum yang keren, karena selain pemandangannya keren, konsepnya juga unik. Tugrul bercerita bahwa tadinya tempat ini merupakan gereja dan markasnya orang-orang Nasrani di Avianos, namun setelah dikuasai oleh umat Islam, akhirnya tempat ini ditutup dan dijadukan wisata sejarah. Begitu kita masuk ke salah satu ruangan yang berada di dalam batu-batu itu, banyak hal unik seperti ruang masak, ruang makan, tempat pemujaan dan lain-lain, tak lupa juga ornament yang menunjukkan symbol umat Nasrani seperti saint john, yesus, Bunda maria, dan lainnya. Wajib dikunjungi kalau anda ke Turki!

  1. Tempat Penjualan Batu Permata

Ini skip aja soalnya gak minat, hahahaa

  1. Tempat Penjualan Batu keramik

Disini keramik nya lucu-lucu, dan ditawarkan free shipping juga sampai ke depan pintu rumah anda (asal rumah anda di Bumi). Mereka juga mendemokan cara pembuata keramik, dan jenis-jenis keramik yg dijual didasarkan pada pembuatnya : keramik yg harganya mahal dibuat oleh pengrajin yg professional, ada yang sedang, dan ada yg murah karena dibuat oleh para pelajar yang masih newbie dalam pembuatan keramik. Kereenn.

WhatsApp Image 2018-04-09 at 15.18.17

  1. Kaymakli underground

Inilah pemberhentian terakhir di Capadoccia city tour.. pas saya kesini waktu sudah mulai masuk maghrib. Dari bis saya harus jalan masuk ke area perkampungan, dimana anak-anak sedang berkumpul dan bermain di sekitar rumah mereka. Saya bingung, dikira akan mengunjungi rumah penduduk, hehe. Ternyata kita masuk lagi ke dalam gua, dengan jalur-jalurnya yang sempit. Ini dahulunya adalah tempat persembunyian orang nasrani, di dalamnya juga ada ruangan seperti tempat masak, toilet, ruang pemujaan dan area persembunyian. Yang bikin creepy katanya disini banyak penunggunya, hihihihihi.

Setelah itu saya dan rombongan kembali ke hotel untuk makan malam, menunya enaak! Badan pastinya sudah lelah tapi masih harus packing bagasi untuk besok ke Istanbul..hahaha.

End note : gak lupa nyicip cheetos disini, sama aja rasanya, hahaha. Beli koran (titipan) juga, daan gak lupa air mineral fenomenal bermerek : BERRAK! hahahaa

Bagian 1 selesai.

ngomong doang

Jika saya ngasih nilai mana yang paling oke antara Instagram atau twitter, menurut saya itu adalah dua hal yang gak bisa dibandingin, karena fungsinya beda. Semacam office word versus powerpoint, gtu lah ya… Ya kan gak keren kalau kita ngetik naskah novel di format ppt, atau presentasi di word (kembali saja ke jaman transparan dan OHP pemirsaah). Karena jika ada yang bilang Instagram sebagai ajang riya dan pamer, menurut saya gak semuanya begituh. Jika ada yang beropini susah bertahan di Instagram karena miskin lah, gak pernah jalan-jalan lah, dan gak sanggup ngejar gaya hidup, etc.. oh well, mungkin dia follow akun artis semua di IG nya.

Instagram menjelma menjadi sosmed raksasa, diunduh sekitar 1 miliar pengguna, sementara twitter hanya 500 juta (ngintip dari data di playstore android), karena manusia sudah fitrahnya lebih sanggup menangkap visual daripada kata-kata. Kata dosen saya tentang efek kekuatan gambar ,saat mata diklat presentasi ilmiah di LIPI, Pak Indra, Kekuatan daya ingat otak kita lebih lama dengan mengingat gambar dibandingkan tulisan. Makanya itu, manusia lebih tertarik secara visual, dan jika dibandingkan dengan audio, mata mampu menangkap lebih baik daripada telinga (ini misal kasus untuk video). Sehingga sudah jelas, di jaman begajulan semacam sekarang ini, tampilan visual yang disuguhkan Instagram lebih menarik, terutama bagi para kamu yang suka KEPO in mantan, kecengan, pasangan, keluarga sendiri, ataupun artis.

Saya gak mencoba membela Instagram, karena saya juga kembali jatuh cinta kepada twitter setelah sekian lama mem-vakum-kan diri, lalu mencoba menulis lagi untuk alasan curhat (wew). Dan ternyata memang benar seru!

Kata akun ini : @adabinabincina yang telah di Retweet oleh 5.106 foll : “Menurut saya platform twitter punya kelebihan dibanding media social lain. Disini kita bisa jatuh cinta pada pikiran seseorang, tanpa terdistraksi paras, jabatan, latar belakang, dan lainnya. Twitter itu wadah dimana kita bisa mengidolakan seseorang murni karna pandangan hidupnya”.

Saya menganggap twitter sebagai media untuk microblogging (selain untuk KEPO atau curhat). Jadi, ketika menulis di wordpress seperti ini merupakan suatu kelangkaan, ketika terlintas ide seru (atau perasaan hati yang gundah), tinggal ngetwit aja gampang! Dan media informasi di twitter lebih seru dibandingkan di Instagram (misal kepo in space x nya ellon musk, dsb). Mau kepo in orang juga gampang, kecuali akunnya di private wkwkkw.

Hanya teman-teman saya lebih banyak yang pake Instagram, sih.. sehingga ya, rasanya I cant live without it, Gak tau ya kalau 5 tahun lagi, sih..hihi. Picture can say thousand words, namun lebih mudah mengunggah poto dibandingkan merangkai kata, haha. Kalau disebut sebagai ajang riya sih, tergantung orangnya, bukankah setiap orang sekarang mengunggah apa yang dia mau? Yauda biarin aja sih, kita sendiri yang filter. Banyak juga kan akun Instagram yang isinya quote-quote inspiratif, atau semacam poto-poto landscape, yang menurut saya sih boost creativity skills. Ada juga sebagai ajang display masakan (trus jadi pengen nyobain sendiri di dapur), tutorial alis Nike, dsb. Dan yang juara siih.. bisa buat ngeruk uang lewat jualan online! Karena kalau anda jualan di twitter, dijamin moal laku!

Sekian ngacapruk kali ini.

Curi-curi waktu buat nulis ternyata bisa menambah kewarasan.

 

Aviophobia

Phobia adalah suatu ketakutan dengan intensitas berlebihan karena faktor tertentu, seperti trauma masa lalu, maupun pengalaman-pengalaman yang tidak menyenangkan. Phobia dapat dialami siapapun. Terdapat bermacam-macam jenis phobia, salah satunya adalah aviophobia, yaitu ketakutan ketika berada di dalam pesawat terbang. Seseorang dikatakan mengidap aviophobia berdasarkan intensitas waktu panik saat melakukan penerbangan. Jika rasa panik seseorang hilang kurang lebih selama 10 menit, itu tandanya orang tersebut hanya panik biasa sehingga tidak dikaregorikan sebagai aviophobia. Sebaliknya, jika ketakutan tadi terus berlanjut hingga lebih dari 10 menit, dapat dikatakan bahwa orang tersebut mengidap aviophobia.

Entah sejak kapan phobia ini menyergap saya. Setelah muncul ketiba-tibaan lain yang saya alami seperti : phobia melahirkan, ketinggian, cucunguk dan serangga lainnya, darah dan jarum suntik,.. phobia jatuh cinta (ahey!) …dst…(dan mudah2an gak nambah lagi).

Cerita sedikit tentang Phobia melahirkan, yang datang ketika teman dan Kaka kelas terbaik di Biologi, Retna, meninggal setelah melahirkan anak keduanya di RS tempat saya melahirkan anak pertama dan kedua. Tiba-tiba jadi parno RS tersebut, dan ketika menjelang kelahiran anak ketiga didera ketakutan yang parah pada pendarahan dan apapun setelah melahirkan. Akhirnya saya pindah ke RS swasta yang besar ( yang saya pikir lebih mumpuni mengatasi kasus2 pasca melahirkan yg sulit) dan rutin mengikuti hypnobirth-ing (isinya tiduran sambil mendengarkan musik selama sejam penuh, gak tau ngefek apa engga ya), dan tentu saja ikutan senam hamil. Alhamdulillah lahiran anak ketiga saya lancar , atas izin Allah, walaupun penuh kecemasan, dan yaa pastinya, saya parno kalau disuruh hamil lagi (dan juga parno pake KB IUD yang bobol!).

Plane phobia? sebenernya saya pertama naik pesawat udaah lama jugaa… Pas  SD kelas 3 dengan rute Bandung-Jakarta.  Inget bangett waktu itu diinstruksikan pasang seatbelt untuk take-off, lalu dibagiin roti-roti mungil dan jus sama pramugari cantik, dan gak lama udah pengumuman landing untuk pasang seatbelt lagi..bentar banget😂. Trus kelas 5 SD nya diajakin umroh, dan selama 8 jam-an sukses tidur lelap di pesawat.

Nah, kalau gak salah semenjak punya anak (dan banyak dosaa?) mendadak takut terbang. Gejalanya : H-1 terbang diare mendadak. Setelah check in : sakit perut, deg-deg-an, pernah sampai mencret bolak balik WC bandara (atulaahhh). Di atas pesawat : mual, gak selera makan, cemas berlebih, selalu liatin jam, liatin jendela, mondar mandir WC, baca Qur’an berulang-ulang, dzikir, dan bernazar sangat banyaak (trus udah nyampe darat lupa aja nazar nya apa aja, Ya ALLAH maapin essaaa!!😅).

Penyebab lain dari paranoid berlebih ketika terbang ini (kayaknya) akibat menonton film yang jaman SMP booming : final destination. Disitu diceritakan si Devon sawa (yg masih unyu) gak jadi naik pesawat, dan ternyata pesawat  itu meledak pas take off. Kepikiran bahwa pesawat kalau meledak, udah gak bersisa apa-apa, mayatnya gak bisa dikubur, dan lain-lain (huhuuuu). Trus nambah lagi nonton dan baca kejadian-kejadian nyata pesawat jatuh (katanya takut tapi penasaran aja diulik kenapa jatuhnya ), sampai demen nongkroning air crash investigation nya Nat geo channel 😂😂.
Dan lagi, ya mungkin faktor U yah. Makin menua makin parno, karena tahu banyak dosa (hiks hiks), dan blum siapa aja gitu ninggalin anak-anak.

Walaupun sebenernya fakta menyebutkan kecelakaan di darat jauh lebih banyaak, dan pesawat tuh moda transportasi paling safety.. tetep aja nih si parno menyergap. Sewaktu umroh 2009, saya minum antimo sampe 2 biji pas nunggu take-off. Di ruang tunggu udah kriyep-kriyep ngantuuk, tapi pas udah di atas, MELEK sempurna! udah mencoba menghipnotis diri sendiri : ayo tidur… ayo tidur…. , tapi cuman bisa merem doang. Turbulence dikit aja udah langsung shock! Mantau maps, udah dimana nih? kalau goyang-goyangnya di atas laut langsung kepikiran : gimana kalau jatuh disini? kayaknya gak akan ketemu dan langsung dimakan hiu (naudzubilla Ya Rabb!). ah pokonya susah banget menghalau si negatif-negatif itu. Jadi, bayangkanlah… CGK-Jeddah  8 jam dan CGK-Narita 7 jam gak bisa tidur sama sekali, merem doang pun aku tak sanggupp…. nyampe darat barulah tepaarr…!

mungkinkah, phobia ini akan hilang jika saya rutin naik pesawat? (Sebulan sekali gt? Liburan sebulan sekali? Boleh lah asal gratis😂).

Mudah-mudahan Allah menyembuhkan. Aaamiinn…

ing

ingatlah kalau mau ke tempat2 yang kau pengen, menujunya kudu naek pesawaatt!!! sebab kalau naik becak moal nepi nepiiii

ketika beban hidup hanya dicuekin kecengan

 

Menemukan poto dengan title : Geng-gong di suatu CD bermerek Jonas, dan entahlah atas alasan apa kita waktu itu sebagian cecebi (cewe-cewe biologi) poto bareng. Paling engga karena zaman itu, grouping poto di Jonas Banda adalah sesuatu gaya hidup yang lumrah dilakukan minimal 6 bulan sekali, entah itu poto kelas, poto ekskul, poto angkatan,dsb.

Kurang inget ini poto diambil pas tahun keberapa, yang jelas saat itu saya masih begajulan (emang sekarang engga?) gak jelas, dan hyperaktif dalam mengarungi dunia kampus. Dan masih punya moto hidup : life is easy. Gak pernah mikirin tugas dan mata kuliah, karena yang penting : udahlah, ntar juga  lulus. Lebih banyak ngabisin waktu di luar rumah daripada di rumah, dan kayaknya lebih interest ngerjain kerjaan himpunan dan unit dibanding dengerin dosen atau praktikum di Lab. Tomboy luar biasa dan 98% kapasitas otak dipakai buat menyelami musik dan lagu daripada buku kuliah, hahahaa!

Alhamdulillah pas jaman kuliah ini dikaruniai temen-temen se-gang yang luar biasa baik (nama geng nya Gayung, kita ber7), yang walaupun saya masuk list daftar mahasiswa Biologi angkatan 2004 yang paling gak bener tapi mereka mau menerima saya apa adanya, terutama suka ngingetin saya buat belajar kalau mau UAS, hihihi. Entahlah, apa dulu karena saya merasa salah masuk jurusan, atau karena emang lagi labil tingkat tinggi, setahun pertama di ITB saya hampir di-DO karena nilainya kurang. Sempet 2 bulan gak kuliah karena ngerasa gak guna lagi lanjutin, tapi alhamdulillah dapet lagi pencerahan buat balik dan naikin nilai 😀

Yayaya saya ngerasa saat itu masalah kehidupan cuman segelintir (dibandingin skarang sih yah :p). Masih banyak hura-hura, makan-makan, keketawaan. Paling sedih ya pas mau di DO dan dicuekin kecengan, tapi beneran rasanya seperti dunia mau kiamat, hahaha. Dan entah kenapa, mungkin karena karakter bawaan, dan saya selalu membutuhkan kehura-huraan itu dalam hidup, sampai sekarang. Bener deh kata literatur kalau ENFP itu easily bored, lively, excitable dan freespirited.

Mengingat teman-teman cecebi yang ada di poto ini… alhamdulillah, masih suka sering ketemu beberapa, dan alhamdulillah semua udah married dan mostly have kids kecuali 1 orang aja nih, si neng cantik pramugari arliend, mudah-mudahan segera ketemu jodohnya, aamiin!

-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.–.-.-.-