Review Buku : Mark Manson (Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat)

Gegara challenge myself untuk lebih banyak baca buku di tahun ini, jadilah saya follow akun-akun para bookgram , dan rata-rata review dari buku ini bagus banget! Jadilah saya window shopping ke periplus Bandung, dan ternyata agak susah yaaa melepas buku yang relatif tipis ini dengan harga lebih dari 200ribu, hahaha. Oleh karena itulah, saya rela menunggu sampai gramedia menerbitkan versi indonesianya, yang harganya ternyata hampir 1/4 nya (skitar 60rb an- itungan deh lo). Yah yang penting gak ngebajak bukunya, ya!!

Saya ingat membeli buku ini ketika akan pergi ke solo, ketika saya pertama kalinya menjadi pemakalah dalam conference nasional dari Bappeda Prov. Jateng. Perjalanan bandung-solo selama 8 jam (pantat tepoos) saya habiskan dengan membaca 3/4 buku ini, dan exactly, i recomend this book for all of my friends di IG stories dan WhatsApp Stories. Bahkan saya rekomendasikan buku ini pada sahabat saya ketika ia curhat :

“iyey…gimana ya caranya biar gak terlalu pedulian (sama orang atau pada sesuatu)?”

“Baca buku Mark Manson!”

Buku ini termasuk self-motivation book dengan gaya bahasa yang sarkas, diselipin humor garing, tapi tetep nyentuh. Kata-katanya lugas dan membumi, banyak yang saya banget! Pertama saya berpikir ini adalah buku aneh yang sederhana, tapi setelah melahap seperempat saja membuat saya gak bisa berhenti membacanya.

Sebenarnya bila dibandingkan dengan kebanyakan orang, saya adalah tipe manusia yang cuek, dengan perilaku yang serampangan, agak gila dan gak tahu malu, serta sedikit oportunistik. Tapi ternyata, saya juga masih loh punya “hal yang gak penting yang masih aja diperhatiin”. Contohnya, saya sangat mempedulikan omongan orang tentang body shaming, gaya pakaian atau dandanan. Saya akan merasa sangat malu, gak PD, kalau dikomentarin : kamu gemukan, kamu jerawatan, muka kamu keriput, baju itu gak cocok di kamu, dsb. Padahaaaal, itu adalah hal yang gak penting… dan yang mark manson bilang : hidup itu memilih, kamu gak bisa memilih semuanya. Pilihlah yang benar-benar penting. Yes, and you can not pleased eveybodeehhh! Kamu gak bisa terlalu sibuk memperhatikan segala hal sehingga yang penting tidak lagi menjadi penting. Pentingnya berkata tidak = penolakan membuat hidup anda lebih baik. 

Hal lain yang inline dengan pengalaman hidup saya, saya yang goal oriented ini, selalu malas dan gak mau ketemu orang namanya “si masalah”. karena si masalah bikin goal gak bisa terlaksana! hahaha. Sebisa mungkiin, jauh-jauh dari masalah, bahkan kalau ketemu, maunya kabur aja! hahaha.. Pengecyuutt banget deh.

Kata mas mark : “Hasrat untuk mengejar semakin banyak pengalaman positif sesungguhnya adalah pengalama negatif. Sebaliknya, secara paradoksal, penerimaan seseorang terhadap pengalaman negatif justru merupakan pengalaman positif”.

Dan sesungguhnya, kebahagiaan itu berasal dari masalah. Hidup hanyalah rentetan masalah yang tidak ada ujungnya, solusi terhadap satu masalah hanya akan menciptakan masalah lain. Bahwa rasa sakit dan kehilangan tidak dapat dielakkan dan kita harus belajar untuk berhenti menolaknya. Dan karena kebahagiaan membutuhkan perjuangan, kebahagiaan tumbuh dari masalah. 

Dan ternyata, sakit serta patah hati yang sudah sering saya alami ketika muda, memberikan dampak pada hidup saya sekarang : Kebal terhadap penolakan, hahaha. gak kebal-kebal amat sampai gak ada rasa sih, tapi sensitivitasnya berkurang, wkwkwk.  Kata mark lagi : Dalam beberapa kasus, mengalami rasa sakit emosional atau psikis justru menyehatkan atau perlu. Seperti halnya jari kaki yang tersandung mendidik kita untuk tidak lagi tersandung meja, derita emosional akibat penolakan atau kegagalan mengajarkan kita bagaimana cara mencegah kesalahan di masa depan. 

Dan masiiih banyak ..good quotes nya yang bisa saya ambil dari buku ini, mungkin saya akan lanjutnya di lain thread. atau beli aja bukunya ya, readers!

Dan saat ini, yang bisa saya pahami dan jadi pegangan dari hidup :

 “Teruslah berjuang, karena berjuang itu sakit, dan sakit itu akan mendekatkan pada kebahagiaan”

Salam perjuangan,

September 2018

WhatsApp Image 2018-09-21 at 14.49.09.jpeg

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s