ngomong doang

Jika saya ngasih nilai mana yang paling oke antara Instagram atau twitter, menurut saya itu adalah dua hal yang gak bisa dibandingin, karena fungsinya beda. Semacam office word versus powerpoint, gtu lah ya… Ya kan gak keren kalau kita ngetik naskah novel di format ppt, atau presentasi di word (kembali saja ke jaman transparan dan OHP pemirsaah). Karena jika ada yang bilang Instagram sebagai ajang riya dan pamer, menurut saya gak semuanya begituh. Jika ada yang beropini susah bertahan di Instagram karena miskin lah, gak pernah jalan-jalan lah, dan gak sanggup ngejar gaya hidup, etc.. oh well, mungkin dia follow akun artis semua di IG nya.

Instagram menjelma menjadi sosmed raksasa, diunduh sekitar 1 miliar pengguna, sementara twitter hanya 500 juta (ngintip dari data di playstore android), karena manusia sudah fitrahnya lebih sanggup menangkap visual daripada kata-kata. Kata dosen saya tentang efek kekuatan gambar ,saat mata diklat presentasi ilmiah di LIPI, Pak Indra, Kekuatan daya ingat otak kita lebih lama dengan mengingat gambar dibandingkan tulisan. Makanya itu, manusia lebih tertarik secara visual, dan jika dibandingkan dengan audio, mata mampu menangkap lebih baik daripada telinga (ini misal kasus untuk video). Sehingga sudah jelas, di jaman begajulan semacam sekarang ini, tampilan visual yang disuguhkan Instagram lebih menarik, terutama bagi para kamu yang suka KEPO in mantan, kecengan, pasangan, keluarga sendiri, ataupun artis.

Saya gak mencoba membela Instagram, karena saya juga kembali jatuh cinta kepada twitter setelah sekian lama mem-vakum-kan diri, lalu mencoba menulis lagi untuk alasan curhat (wew). Dan ternyata memang benar seru!

Kata akun ini : @adabinabincina yang telah di Retweet oleh 5.106 foll : “Menurut saya platform twitter punya kelebihan dibanding media social lain. Disini kita bisa jatuh cinta pada pikiran seseorang, tanpa terdistraksi paras, jabatan, latar belakang, dan lainnya. Twitter itu wadah dimana kita bisa mengidolakan seseorang murni karna pandangan hidupnya”.

Saya menganggap twitter sebagai media untuk microblogging (selain untuk KEPO atau curhat). Jadi, ketika menulis di wordpress seperti ini merupakan suatu kelangkaan, ketika terlintas ide seru (atau perasaan hati yang gundah), tinggal ngetwit aja gampang! Dan media informasi di twitter lebih seru dibandingkan di Instagram (misal kepo in space x nya ellon musk, dsb). Mau kepo in orang juga gampang, kecuali akunnya di private wkwkkw.

Hanya teman-teman saya lebih banyak yang pake Instagram, sih.. sehingga ya, rasanya I cant live without it, Gak tau ya kalau 5 tahun lagi, sih..hihi. Picture can say thousand words, namun lebih mudah mengunggah poto dibandingkan merangkai kata, haha. Kalau disebut sebagai ajang riya sih, tergantung orangnya, bukankah setiap orang sekarang mengunggah apa yang dia mau? Yauda biarin aja sih, kita sendiri yang filter. Banyak juga kan akun Instagram yang isinya quote-quote inspiratif, atau semacam poto-poto landscape, yang menurut saya sih boost creativity skills. Ada juga sebagai ajang display masakan (trus jadi pengen nyobain sendiri di dapur), tutorial alis Nike, dsb. Dan yang juara siih.. bisa buat ngeruk uang lewat jualan online! Karena kalau anda jualan di twitter, dijamin moal laku!

Sekian ngacapruk kali ini.

Curi-curi waktu buat nulis ternyata bisa menambah kewarasan.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s