Kisah Adiba terserang kejang

WhatsApp Image 2017-12-18 at 17.07.45 (5)WhatsApp Image 2017-12-18 at 17.07.45 (4)

14 November 2017- jam 21:00 neng dodoy alias adiba badannya anget, mulai gelisah dan merengek-rengek. jam 22:00 mama sudah teler dan ngantuk banget, sudah diajak tidur tapi masih rewel. Karena gak kuat, mama akhirnya ketiduran (maafin mama ya neng..hiks)

15 november 2017. tengah malam neng bangun dari tidurnya, masih rewel. saya pegang badannya masih anget, saya pikir belum perlu kasih penurun panas. Saya ajak neng tidur lagi, karena sebenernya saya gak kuat begadang malam itu. saya peluk agar neng tenang.

jam 03.30- saya terbangun, karena merasakan gerakan aneh dari neng yang tidur di sebelah saya. Saya dapati neng bergerak berulang-ulang yang aneh, saya perhatikan lagi, matanya tertutup, saya bangunkan neng, tapi tidak bangun-bangun. Ya Allah, sepertinya neng seperti kakanya zuran, neng kejang! saya langsung panik dan membangunkan suami saya. ketika suami saya bangun dan melihat, neng makin kencang kejangnya, matanya membelalak ke atas dan dari mulutnya mengeluarkan suatu buih. Astagfirullah! saya gak kuat liatnya. saya panik sekali. Saya keluar kamar untuk mengambil obat, saya kasih ke suami saya karena saya gak kuat melihat neng dalam kondisi seperti itu, sungguh saya gak kuat! suami menenangkan saya, karena sudah pernah terjadi sebelumnya pada zuran, suami meminta saya untuk tidak panik. Saya ajak langsung ke rumah sakit, tapi suami bilang tunggu dulu, karena dulu dalam 5 menit zuran sudah berhenti kejangnya.

namun saking paniknya, saya segera menyalakan mobil dan membuka pintu gerbang, memasukkan baju dan segala macam ke mobil. Ketika kembali ke kamar benar saja, neng masih belum berhenti kejangnya! Ya Allah.. 😦 akhirnya saya gendong neng dan segera meluncur ke rumah sakit. Saya coba bangunkan neng, tapi matanya menutup, tidak membuka. tubuhnya masih agak panas. saya coba ajak ngobrol, tapi tetap tidak bangun, seperti pingsan.

Sampai di RS Hermina Pasteur, neng masuk IGD. diukur suhu tubuhnya 38 derajat, sebenernya tidak terlalu panas. Neng langsung diberikan obat lewat anus, namun setengah jam berlalu, tubuh neng masih bergetar dan matanya belum membuka. Astagfirullah…. kenapa lama sekali kejangnya? saya makin gak tenang. Dokter langsung memberikan infus, jarum menusuk tangan neng, tapi neng masih tidak ada reaksi. masih belum sadar, hingga satu jam berlalu. Dokter memberi tahu kemungkinan harus dipindah ke ruangan HCU.

Allahuakbar! saya langsung keluar IGD dan ke musholla, saya solat dan berdoa sambil menangis. Saat-saat seperti itu saya lemah sekali, saya sambil bernadzar macam-macam.  Mulai dari gak akan marahin anak lagi, sampai mau lebih sering ngaji. Terbanyang jika sesuatu yang buruk terjadi pada neng, bagaimana hidup saya? saya langsung rindu dengan celotehan neng, dengan suaranya yang menggemaskan. Saya menyesal tadi malam malah tertidur dan tidak memperhatikan neng. Ah, saya kecewa sekali pada diri saya!

Keluar dari musholla saya kembali ke IGD, dan mendapati neng sudah sadar. Ya Allah, alhamdulillah. Setelah satu jam kejang neng membuka matanya, tapi belum berbicara. saya peluk, saya ajak ngobrol. ia masih termenung, seperti bingung. akhirnya 15 menit kemudian dia menangis. alhamdulillah, ya Allah! Setelah setengah jam menunggu hasil lab, ternyata leukosit tinggi sekali, diduga neng terserangs emacam bakteri atau virus. akhirnya untuk observasi, neng dirujuk untuk rawat inap.

ini kali kedua mendapati anak kejang. Saya kira hanya zuran yang akan mengalami, karena memang ada garis keturunan dari papahnya.  Bedanya neng ini lebih lama, jadi lebih deg-degan.

Yaaah.. beginilah nasib emak-emak. Allah memberikan saya 3 anak karena pasti tahu, saya sanggup menghadapi deg-degan macam begini, walaupun seringnya saya kabur dan nge-blank (huhuuuu). Yang namanya orang tua adalah pekerjaan seumur hidup. Deg-degannya pasti tiada akhir, tapi diingatkan lagi, semuanya hanya titipan, kita sendiri pun tak akan kekal.

Semoga Allah senantiasa memberikan kesehatan yang baik, kebahagiaan, dan ketenangan. Aaamiiinn Ya Rabb!

—————–

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s