Cerita Lahiran Anak Ke-3

Assalamualaikum, alhamdulillah di hari jumat ini saya mau cerita yang sedikit basi (nasi sudah menjadi basi), tentang lahiran anak ketiga saya, Adiba alias neng dodoy iyay-iyay, yang sekarang sudah 2 tahun lebih. Dulu saya pernah post “janji” untuk cerita lebih banyak mengenai lahiran ketiga (dan terakhir, ngarep!) ini, makanya baru menyempatkan waktu (ini juga masih di kantor) untuk menuliskannya.

Weeks ke 39, saat yang mendebarkan. Harap-harap cemas mengapa anak cantik belum juga keluar dari perut mamah yang semakin bulat dan berat. Sebagai tolak ukur, anak ke-1 lahir weeks 38, anak ke-2 lahir weeks 36, alhamdulillah semuanya lancar dan normal. Kegalauan selanjutnya, di minggu segini mepet, belum juga memutuskan akan lahiran dimana dan oleh siapa (WEW), tadinya mau di RS hermina Pasteur (seperti anak 1 dan 2), namun karena ada kejadian meninggalnya teman sehabis lahiran disana, menjadikan trauma. Keinginan untuk melahirkan di RS Boromius sangat besar, karena fasilitasnya nyaman, ruangannya bagus dan baru, harga relatif sama dengan Hermina, tapi terkendala di Obgyn-nya. Saya pun mencoba beberapa dokter, dan berakhir di dr.Eddy (laki-laki), atas usul teman sekantor saya. Dokter ini sudah senior, dan suka bercanda.

Hari itu Senin Tanggal 18 Mei 2015, saya memutuskan untuk kembali ke kantor karena sudah 5 hari di rumah tidak ada perkembangan (gak ada mules, gak ada flek atau apaa gitu hehe, bosen jugaa). Pagi-pagi saya diantar suami saya naik motor (wow yeah, kayak lagi ngangkut sapi) ke kantor yang berjarak 20 menit. Sudah lama tidak naik motor, terasa sekali turbulence jalan kota Bandung yang tidak flawless. Ini sengaja sih, katanya naik motor bisa bikin cepat lahiran (jangan tanya kata siapa ya, lupa bangets). Di kantor  karena ada ulangtahun bos, saya makan siang di Rumah Makan sunda, lalu mencoba sambal yang sangat pedas. Menantang, yes. Perut saya pun semakin bergejolak (jangan ditiru). Pulang kantor, saya naik angkot. Takdir, dipertemukan dengan supir ugal-ugalan, ngerem dan ngegas nya tidak harmonis, membuat perut saya makin acak-kadut.

 

bersambung…..

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s