Asyiknya Menjadi Pengajar

Berada di lingkungan pengajar, dengan Bapak seorang dosen dan Ibu seorang guru SMP, membuat saya tertarik dengan dunia pendidikan, dan menjadi passion sampai saat ini. Sewaktu masih kuliah, saya semangat ketika ikut menjadi asisten dosen, ikut tim pengajar di bimbingan belajar SD SMP SMA, dan menjadi guru privat di beberapa tempat. Setelah selesai kuliah S2, saya sempat menjadi dosen di suatu universitas swasta sebelum akhirnya menjadi PNS di Pemerintah Kota Bandung.

Mengajar, menurut saya, adalah kegiatan yang selain mulia juga penuh tantangan. Mengajar adalah memperkaya diri sendiri. Mengajar adalah belajar. Pernah ada istilah kan, ilmu yang disimpan sendiri akan usang, ilmu yang disebarkan akan terus berkembang. Dengan mengajar, bukan berarti kita menjadi paling pintar, namun kita akan semakin banyak berlatih dan memupuk diri.

Dahulu ketika saya mengajar anak-anak pelajar dan mahasiswa, saya harus membaca dan membuat bahan terlebih dahulu. Mengingat istilah dan hal-hal penting, membaca mengenai isu-isu terkini terkait bahan ajar, dan mencari strategi penyampaian yang menarik. Gak asyik dong ngajar cuman ngomong doang , atau jadi penyanyi lagu nina-bobo untuk anak mahasiswa? Hehee. Ribet kalau dibandingkan dengan pekerjaan sekarang sih, tapi itulah asyiknya. Selalu berinovasi, selalu mencari hal-hal baru yang positif, itulah hakikat yang dilakukan para pengajar.

Mulianya menjadi seorang pengajar, adalah ilmu yang tiada terputus. Seorang teman kuliah dahulu pernah berceloteh : jika kita punya anak, maka jika anak kita meninggal doa pada kita terputus, tapi jika kita punya ilmu yang disampaikan, manfaat untuk kita akan ada sampai kapanpun. Rasulullah SAW telah bersabda : Jika anak Adam meninggal, maka amalnya terputus kecuali dari tiga perkara, sedekah jariyah (wakaf), ilmu yang bermanfaat, dan anak soleh yang berdoa kepadanya.” (HR Muslim). Oleh karena itu berbahagialah seorang pengajar, yang Inshaa Allah pahalanya selalu mengalir.

Keseruan lainnya menjadi seorang pendidik adalah, selalu bertemu orang baru dan jiwa-jiwa muda. Bertemu dengan orang-orang baru akan menciptakan energi dan gairah baru. Selain itu, bertemu dengan bermacam-macam orang juga akan meningkatkan kreativitas , silaturahmi, serta belajar mengenal karakter-karakter yang unik. Dulu ketika menjadi dosen di universitas swasta, saya menemukan karakteristik mahasiswa yang sangat berbeda dengan kampus saya berasal. Ada kelas D3, isinya mahasiswa yang punya pekerjaan sambilan diluar kelas, sehingga selain membahas bahan ajar, saya sering memotivasi agar mereka tetap semangat kuliah. Bahkan saya pernah membuat satu sesi khusus untuk training motivasi di dunia remaja, hehe. Karena sebenarnya, inti dari pendidik adalah mengerjakan misi rahasia untuk memperkuat peradaban, yaitu menghipnotis pelajar untuk menyerap mindset kebaikan dan perubahan , memunculkan potensi yang sembunyi, mengasah karakter dan bakat agar semakin kuat. Jika hanya mengajar materi kuliah saja, apa bedanya dengan membaca buku atau kuliah online, kan.

Dan sebenarnya mengajar itu tidak usah di bangku kelas, begitu pula belajar. Kapanpun dan di manapun, semoga kita senantiasa menjadi manusia yang senang belajar dan senang berubah menjadi lebih baik. Aaamiin.

Inshaa Allah , mimpi menjadi pengajar akan saya wujudkan lagi. Dan tetap, utamanya menjadi guru terbaik untuk anak-anak di rumah. Semoga Allah ridho.

tumblr_lvi5nllLCt1qc4uvwo1_400_large

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s