matamu

Mengapa aku tak bisa bertahan, ketika aku menatap matamu?

Mengapa jantung ini selalu bergemerincing, memekakkan suara yang membuat kegalauan di dalam diriku?

Apakah aku takut terhadap matamu?

Mengapa tidak terhadap organ yang lain?

Mengapa diriku selalu tertusuk-tusuk oleh sorotan matamu?

Apakah matamu itu paku?

Terkadang aku ingin menatap matamu, tapi aku terlalu malu.

Terkadang aku ingin keempat mata kita bertemu, saling berkata-kata dalam diam.

Namun kutahu, itu hanyalah ilusiku.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s