Cinta dan Sahabat (Bagian 1)

“Hahaha jadi chat romantis lo ke Indri dibales ama pacarnya ? Gile lu ndro!!”.
Tawa anak-anak muda berseragam abu-abu itu seketika membahana di suatu warung jajan, di sudut sekolah Negeri di Bandung.
” Yah, gwa masih lumayan punya nyali, daripada lu, gebetan aja kagak punya, ky” , balas anak laki-laki berambut cepak bernama indra sambil menunjuk Eky, yang sedari tadi mengolok-oloknya.
“Yah, Eky mah kan udah punya pacar ” , seloroh anak laki-laki bernama Agus, yang sedang merokok sambil bersandar di gerobak jajanan.
” Siapa.. siapa? “, yang lain bertanya penasaran
” Risky” ucap Agus singkat
” Hahahahahaha”
Tawa lepas khas anak muda kembali membahana.
Eky, usianya 15 tahun, badannya tegap dan tinggi karena ketua klub futsal sekolah, hanya mengernyit. Sementara Risky, usia 15 tahun juga, teman akrab nya Eky karena selalu bersama sejak SD, sedari tadi duduk di sebelah pojok masih asik menghabiskan bubur ayamnya, tidak berkomentar. Risky tidak sekekar Eky, dia Kutu buku dan jago komputer.
” Hey, agus.. kalaupun Gwa homo, Gwa gak akan milih Risky Kaliii. Homo juga pilih-pilih “, Eky menimpali sambil merogoh saku bajunya, mengambil permen karet lalu mengunyahnya.
” Yauda Ama Indra aja mau gak? Kasian dia abis dilabrak pacarnya Indri ?”
” Ogah, bau ketek dia mah”
“Hahahhaa..”
Mereka pun kembali tertawa, lalu kemudian terhenti karena bel sekolah tanda istirahat selesai sudah berbunyi.
” Yok ah, ntar sore jangan lupa futsal yah” , Eky melambai dan sesaat kemudian warung itu sudah sepi kembali.
……

” Pacar.. iya sih, kapan aku punya pacar yah? ” Eky membatin. ” Padahal banyak juga tuh yang katanya ngecengin gue di sekolah. Si Mirna kan kalau di kelas selalu tebar pesona ama gue, ah tapi gwa gak demen, centil. Si ayu kelas sebelah yang ngasih gwa kado jam tangan mahal, Iyah sih bokapnya pejabat, tapi gak ah, dia suka pamer. Hmm.. kok gak ada yang Gwa taksir yah? ”

” Hey!! mau pulang bareng gak? ” Suara itu membangunkan lamunan Eky. Risky yang menepuk pundaknya.
Eky yang sedang minum teh botol, duduk di samping gerbang sekolah masih memakai singlet sehabis latihan futsal, seketika berdiri. Dan Risky, berkacamata sambil memegang buku, ia sehabis ekskul robotika, menjemput Eky, karena mereka biasa pulang bersama, rumah mereka hanya berbeda 1 blok.
” Gue aja yang nyetir, ya” , sahut Eky sambil mengambil kunci mobil yang ada di tangan Risky.
” Oke”
Mereka berdua pun berjalan menuju tempat parkir mobil yang ada di lapangan, tak jauh dari sekolah.
” Hey, Ris. Lu kenapa belum punya pacar? “, Seloroh Eky . ” Kita dikatain homo tau sama temen-temen “.
Risky terkekeh, ” ngapain juga lu pedulikan mereka”
” Eh Ris, serius Gwa nanya.. ”
” Hahaa tar aja lah Gwa mah, sekolah dulu ”
” Ciyeeehh..dasar siswa teladan. Perasaan dari dulu Gwa gak pernah denger lu Deket ama cewe , kecuali si elen itu .hahaa”
” Gak tau, masih belum Nemu, ky”
Setiba di parkiran, Eky cemberut. Ternyata mobilnya risky terhalang oleh mobil lain, yang parkir sembarangan. Mobil risky tidak diberi ruang untuk bisa keluar. ” Aduh, mobil siapa sih ini?parkir sembarangan!”
” Udah, sabar ky. Tar juga Dateng yang punya ”
” Bukan masalah Dateng nya, ris. ini orang melanggar aturan. Harusnya dia gak parkir disini. Kalau Dateng orangnya, Gwa marahin !!”
Risky hanya tersenyum. Dia juga sebenernya sudah lelah dan ingin pulang. Jam sudah menunjukkan pukul 5 sore. Eky yang badannya lengket keringat, pun ingin juga segera pulang ke rumah untuk mandi dan istirahat.
Sampai 1 jam kemudian, mobil yang menghalangi belum juga pindah. Si empunya belum menunjukkan batang hidungnya. Eky semakin meledak amarahnya.
” Nyusahin ajaa ni oraang!! Ris, pinjemin Gwa spidol , mau Gwa tulisin ni mobil ”
Risky nyodorin spidol “boardmarker” yang bisa dihapus, lalu Eky mulai menulis di pinggir mobil Honda itu :
HEI, PARKIR YANG

” Maaf, kamu lagi ngapain ya? ”
Eky dicolek dari belakang . Suara perempuan.
” Oh, ini yang punya mobil. Cewe lagi, jangan harap bisa selamat dari amarah Gwa “, batin Eky.
Eky dan perempuan itu lalu berpandangan. Eky menyisir perempuan itu dari atas sampai bawah. Pakaian putih abu-abu, dengan pin sekolah SMA yang sama dengan eky, rambutnya sebahu, matanya bulat cokelat, dan wajahnya cukup manis.
” Kelas berapa kamu? ” Eky bertanya dengan ketus ” kayaknya Gwa belum pernah liat ”
Perempuan itu bingung. Ia lalu menjawab ” saya kelas satu. Maaf ya, kenapa mobil saya dicoret-coret? ”
” Oh belum nyadar, itu mobil kamu ngalangin!”
Perempuan itu terperanjat. ” Oh, ya ampun. Sudah lama ya nunggunya? ” Ia tampak kikuk.
” 63 menit, 20 detik tepatnya ” , Risky yang pindah ke sebelah eky menimpali.
Perempuan itu merunduk malu. ” Maaf ya kak, saya tidak tahu kalau ini mobil Kaka. Sebenernya yang parkirin mobil saya tuh sopir saya, tapi dia pulang duluan karena harus Anter ibu. Mungkin dia buru-buru”.
Eky tetap cemberut, ia tak bisa menerima alasan apapun dari perempuan itu karena ia sudah kadung kesal.

…..

Bersambung

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s