review playground BEC Bandung

Haloo, udah lama gak review tempat main nih. Kali ini mau review playground yang cukup bersih dan nyaman menurut saya, ada di Bandung Electronic Center (BEC), Jl. Purnawarman Bandung. Yang namanya anak-anak pasti seneng kalau dibawa main ke luar rumah, mamahnya juga pasti seneng ya, sekalian cuci mata dan belanja, hehe.

Playground ini menyatu dengan kawasan bermain game master, letaknya di lantai 3 sebelah foodcourt BEC baru. Saat saya kesana bulan Juni 2017, ada perubahan tarif masuk, yang tadinya weekend sekitar 45,000, menjadi 70,000/orang. Lumayan juga naiknya. Selidik punya selidik, ada beberapa perubahan di arena bermain ini, diantaranya locker penyimpanan barang, area permainan baru seperti panjat dinding, piano injak, balon muter, dan ac nya jadi semakin dingin, hehe.

Secara keseluruhan, playground BEC ini reccomended, karena tempatnya rapi dan bersih, serta variasi mainannya cukup banyak. Yang doyan loncat ada trampoline, yang kangen pantai ada arena pasir lengkap dengan peralatan mainnya, yang suka mandi bola, perosotan, hingga tembak-tembakan bola ada. Baiknya anak yang masih kecil ditemani ya, karena ada permainan yang cocoknya untuk tingkat TK. Ada juga loh arena play pretend, yaitu rumah-rumahan berjudul salon, rumah makan, dan lain-lain. Untuk penunggu tidak dikenakan biaya, namun tetap wajib memakai kaos kaki seperti anak-anak, disediakan space menunggu di dalam berupa bantal-bantal imut yang nyaman.

Wilayah bermain ini menurut saya juga cukup aman, ada beberapa penjaga yang suka berlalu lalang memonitor. Saya juga pernah menitipkan anak-anak sebentar karena mau ke ATM yang ada di sebelah, penjaganya mau dititipkan. Plusnya, setelah bermain, anak-anak diberikan hadiah kecil yang dapat dipilih sendiri. Oya, karena saya membayar untuk 3 anak, ternyata mendapat voucher 60,000 untuk bermain di area permainan mesin game master BEC, alhamdulillah! Overall walaupun harganya sekarang cukup mahal tapi tetap mengasyikkan untuk didatangi.

Note untuk pengunjung yang akan kemari :

  1. Arena berada di gedung BEC baru, lantai 3
  2. Jangan lupa bawa kaos kaki untuk anak-anak dan orang dewasa yang akan menjaga
  3. Isi voucher kartu tap sebelum bermain
  4. Bawa baju ganti lebih baik, karena ada arena pasir
  5. Simpan barang bawaan di loker sebelum bermain, sehingga dapat beraktivitas lebih nyaman
  6. Jaga selalu anak-anak anda, jika tidak ada perihal penting, jangan ditinggalkan (kayak saya..hehehe)

Sampai jumpa lagi di review tempat main lainnya 😀

Learning How To Learn

PROLOG

Setiap manusia diciptakan oleh Sang Pencipta dengan keunikannya sendiri. Sebaiknya, setiap individu disiapkan untuk menjadi seorang visioner dan pemimpin, dibandingkan manjadi pekerja yang mengerjakan hal-hal teknis. Kreativitas individu mutlak diperlukan dalam era globalisasi dan teknologi saat ini, utamanya untuk maju dalam terjangan kompleksitas kehidupan manusia. Dengan inovasi dan kreativitas, manusia akan lebih porduktif, karena umumnya orang yang tingkat kreatifitasnya tinggi tingkat produktifitasnyapun tinggi.

Dalam islam, konsep pendidikan dicetuskan oleh seorang tokoh bernama Abdurrahman an-Nahlawi. Beliau mengungkapkan pendidikan (tarbiyah) terdiri dari empat unsur. Pertama, menjaga dan memelihara fitrah anak. Kedua, mengembangkan seluruh potensi (kreativitas) dan kesiapan yang bermacam macam. Ketiga, mengarahkan seluruh fitrah dan potensi menuju kepada kebaikan dan kesempurnaan yang layak. Keempat, proses ini dilaksanakan secara bertahap dan sistematis. Sebagaimana ide yang inovatif dan kreatif hendaknya juga tak boleh lepas dari nilai-nilai luhur agama sebagai tujuan utama pendidikan Islam, yaitu menghasilkan manusia yang beradab (to produce a good man).

Utamanya, pendidikan tak akan hanya selesai di sekolah, tapi juga harus bersinergi dengan pendidikan keluarga di rumah. Seperti pepatah, Sia-sia mengajarkan ikan terbang, karena ia sudah jago berenang. Sebagai pendidik,  haruslah menghargai dan mengembangkan potensi yang dimiliki oleh anak, tidak “mengecilkan” kekurangan yang dimiliki, tapi lebih menggali potensi. Ada suatu cerita tentang seorang guru yang saat pembagian rapor/kenaikan kelas membagikan surat untuk setiap anak didiknya, isinya mengenai pompaan semangat, kebanggaan terhadap hasil yang telah diraih selama proses pembelajaran, dan ucapan terimakasih telah menjalani sekolah dengan baik. Hati seorang pembelajar akan tersentuh dan dihargai bila diperlakukan demikian, dibandingkan merasa kecil karena pembeberan nilai yang tidak sesuai standar. Di mata saya pribadi, tidak layak sistem pendidikan saat ini memakai angka dalam penilaian, karena setiap individu itu baik, dan kalaupun tidak baik harusnya didorong agar menjadi baik.

Sebagai orangtua, haruslah mengecilkan ego pribadi. Ada yang menginginkan anaknya menjadi dokter, padahal anaknya suka sekali menari. Saya pribadi berprinsip, apapun professi yang diinginkan anak itu baik, asalkan hal tersebut merupakan minatnya serta dalam koridor kebaikan : menjadi manusia yang bermanfaat, jujur dan adil. Siapkan anak-anak kita untuk masa depan, karena kita tidak dapat melihat keseluruhan masa depan itu.

HOW TO LEARN FAST?

how-to-learn-fast

Melalui gambar diatas dapat dianalogikan perjalanan dari San Francisco United States ke London, England. Jika perjalanan diibaratkan dengan waktu belajar (disini untuk menjadi seorang pengusaha), maka yang paling lama menuju tujuan adalah learning by reading, sementara yang paling cepat adalah learning by taking big risk.  Taking Big Risk, bisa dianalogikan dengan menciptakan lompatan kreativitas secara out of the box, semisal teaching others, menciptakan ruang-ruang berbagi dan berkarya, resign dari pekerjaan yang “nyaman” dan berjuang menjadi seorang enterpreneur, dan mempengaruhi “pikiran”orang lain.

Yang terpenting adalah lakukan dan lakukan. Seperti moto hidup saya Audere est facere : Berani adalah berbuat. Dan seperti simbol Nike : JUST DO IT. Rencana jangan berakhir hanya di kertas catatan, buat mimpi menjadi kenyataan dengan ikhtiar terus-menerus.

BOOK REVIEW

Josh Kaufman menulis Buku The first 20 hours : How to learn anything. (Visual Book Review ditulis oleh Sacha Chua).

20130705-Visual-Book-Review-The-First-20-Hours-How-to-Learn-Anything...-Fast-Josh-Kaufman (1)

Bagaimana menciptakan proses belajar yang cepat (dan tepat):

  1. Pilih yang kamu sukai – Apa ilmu yang membuatmu excited? Apa yang membuatmu berbinar-binar dan tak kenal lalah dalam melakukan hal tersebut?
  2. Fokus untuk 1 ilmu dalam 1 waktu – Jangan kehabisan energi untuk meraup semuanya sekaligus (yang mana ini yang selalu saya lakukan). Lakukan bertahap, terencana.
  3. Tentukan targetmu – dengan target yang jelas dan terukur, kamu akan tahu apa yang ingin kamu raih
  4. Bagi ilmu mu menjadi keahlian-keahlian kecil- Lakukan yang kecil-kecil dahulu, focus on your subskills
  5. Pilih tools belajar yang bagus – misal : membuat buku catatan target, atau checklist memo, share ke orang-orang terdekat agar mereka bisa selalu “mengingatkan”laksana timer
  6. Buang semua hal yang mengganggu belajar – pikiran negatif, mental tempe, tanggapan orang lain, dsb
  7. Buat timeline
  8. Himpun feedback dari mentor/coach/guru, video pelatihan, buku-buku
  9. Hitung waktu belajarmu
  10. Tekankan pada kuantitas dan kecepatan

A key insight? You don’t have to be amazing, just good enough to enjoy the skill, and 20 hours is enough to get you there if you learn effectively. (Even if it turns out to be more complex than that, stick with it anyway, and then see where you are at 20 hours.)

quote-learn-from-each-other

….

Andai diriku yang selalu kau rindukan di hari-harimu..

Andai diriku yang selalu mengisi jengkal demi jengkal kepalamu..

Andai diriku yang selalu menjejali pikiranmu..

Tapi tak mengapa, karena mencintaimupun aku sudah bahagia

Padepokan Seni Mayang Sunda Kota Bandung

Kota Bandung adalah Ibu Kota Provinsi Jawa Barat, sebagai pusat kebudayaan Sunda yang memberi banyak kesempatan untuk menikmati pertunjukan kesenian tradisional maupun kontemporer. Seni tradisional sunda diantaranya  Wayang Golek, Kawih sunda, Jaipongan dan seni bela diri tradisional pencak silat, serta banyak lagi potensi seni budaya yang dapat dikembangakan. Bandung mempunyai beberapa gedung pertunjukan seni budaya, yaitu Dago Tea House, Gedung Rumentang Siang, Galeri Kita, Museum Sri Baduga, dan tempat lainnya.

Salah satu tempat pertunjukan yang dimiliki oleh Pemerintah Kota Bandung dan kerap dikunjungi para penikmat sajian seni dan budaya adalah Padepokan Seni Mayang Sunda. Bertempat di Jalan Peta No. 209 Bandung, tempat ini dahulu pernah aktif kemudian sempat vakum dan kemudian mulai tahun 2013 dibuka kembali.  Tempat ini difungsikan secara gratis menjadi tempat diskusi, aneka seni permalam Minggu dan event-event yang lainnya, dengan bobot 70% seni tradisi, dan 30% seni kontemporer. Padepokan ini diharapkan dapat memfasilitasi komunitas masyarakat dalam rangka pemberdayaan seni budaya. UPT Padepokan Seni Mayang Sunda siap menyambut wisatawan dengan suguhan even-even seni tradisional dan kontemporer.

Prioritas pertunjukkan di Padepokan Seni Mayang Sunda adalah pada seni tradisional untuk menarik minat wisatawan. Untuk menjadikan Padepokan Seni Mayang Sunda sebagai pusat kebudayaan, maka setiap hari Sabtu dan Minggu biasa digelar pertunjukkan seni. Kreasi seni yang akan digelar di Padepokan Seni Mayang Sunda tersebut, tidak hanya seni tradisional saja. Tapi juga akan ditampilkan kreasi seni kontemporer dan modern.

Melalui program pagelaran seni pertunjukan ini diharapkan dapat mendorong munculnya komunitas di masyarakat yang peduli terhadap Seni Budaya tradisional yang memiliki jati diri dan karakter masyarakat indonesia. Selain itu juga, dengan dikembangkannya Padepokan Seni Mayang Sunda Kota Bandung diharapakan akan tumbuh dalam jiwa para pelaku seni budaya suatu kepedulian yang memahami dan bisa secara bersama-sama mencoba mempertautkan ekspresi seni budaya dan “ Jiwa Seni “ masyarakat guna memperkuat benteng pertahanan budaya secara cepat, tepat dan akurat yang pada gilirannya diharapkan dampak globalisasi tidak lagi menjadi permasalahan yang menakutkan, namun menjadi mitra untuk saling mengisi budaya luar yang positif sehingga memperkaya keanekaragaman kreasi dan inovasi para kreator.

Banyak komunitas – komunitas seni budaya yang ada di Kota Bandung yang kurang mendapatnya pelayanan dari Pemerintah Kota Bandung dalam hal mendapatkan tempat yang representatif untuk pagelaran seni budaya. Masih sedikit Padepokan Seni di Kota Bandung yang dapat dipergunakan menjadi tempat pertunjukan dan pembinaan seni budaya, dikarenakan beberapa Padepokan Seni atau Gedung Kesenian yang tidak terawat dan terpelihara. Padepokan Seni/ Gedung Kesenian di Kota Bandung kebayakan milik Provinsi Jawa Barat, Swasta/ Masyarakat dan hanya sebagian kecil milik Pemerintah Kota Bandung.

Karena itu, Pemerintah Kota Bandung saat ini tengah membenahi regulasi serta perencanaan untuk menghidupkan kembali Padepokan Seni Mayang Sunda. Pengoptimalan penyediaan sarana dan prasarana serta pemanfaatan gedung Padepokan Seni Mayang Sunda harus senantiasa ditingkatkan karena bermanfaat sebagai salah satu sumber aset daerah dan destinasi budaya yang memiliki nilai ekonomi yang signifikan.

 

alamat dan nomor telepon padepokan seni mayang sunda.jpg

Sumber Gambar : http://www.wisatabdg.com