Di ujung senja

Gelisah dan resah ini milikmu
Dirimu yang kupersilahkan masuk dan merajai hariku.

Dirimu yang membuat hari-hari datar menjadi bergetar

Namun diriku yang polos seperti balita,
menunggumu dalam malam yang berjelaga

Kenapa kadang kau hadir dengan senyuman, lalu berpaling dan meninggalkan
Kenapa kau kadang bagai seteguk air di Padang pasir, lalu pergi dan berakhir

Ku membayangkan dirimu yang tengah menertawai ku dengan puas
Sementara aku disini tercabik lemas

Bukan, bukan kamu yang salah
Tapi aku yang bodoh tak terarah

Padahal bukan sekali ini aku terluka, tapi meskipun berkali-kali, rasanya tetap sama.
Bukannya pada keledai aku belajar
Ketika jatuh ia akan berhati-hati dan tegar.
Lalu apakah aku, lebih bodoh dari keledai?

Suruh siapa aku membawamu terlalu dalam?
Menjejali diriku sendiri dengan harapan yang palsu dan kelam.

Dan di ujung senja ini aku hanya dapat menguntai harapan
Tuhan, hilangkan ia dari ingatan
Atau bawa ia bersamaku terbang ke telaga senyuman

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s