Jatuh cinta

Jatuh cinta, darimana dia datang?
Apakah asalnya sama seperti hujan, kabut dan embun?
Apakah langit yang melahirkannya?
Ataukah asalnya sama seperti aku, kambing dan buah?
Apakah makhluk yang menetaskannya?

Mengapa dia selalu tergopoh-gopoh?
Datang dengan tiba-tiba, pulang tanpa permisi.
Ataupun dia selalu lekat?
Datang dalam hasrat, pulang terpatri.
Dan dia selalu bermain-main?
Datang dengan senyum, pulang dengan perih.

Apa yang kau cari pada diriku, wahai jatuh cinta?
Mengapa kau selalu membuat sengatan yang hebat, menaikkanku ke dalam perahu layar, lalu memporak-porandakanku di lautan getir?
Apa yang kau inginkan dariku, jatuh cinta?
Tak hentinya kau mendebarkan jantungku, memompa kehampaanku, dan memeras tangisku?
Katakan padaku wahai jatuh cinta, mengapa kau tidak pergi saja dari kehidupanku saat ini?
Kuperingatkan padamu wahai jatuh cinta, janganlah datang lagi, selain membawa senyum dan bahagia padaku.

Bandung, Mei 2017

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s