Urbanisasi di Indonesia

Saat ini, dimulai dari tahun 2010, lebih dari 50% penduduk di Indonesia tinggal di kawasan perkotaan. Hal tersebut menjadikan Indonesia sebagai bangsa Urban. Urbanisasi terjadi akibat adanya perpindahan penduduk dari desa ke kota (temporary, circular, permanent), bertambah luasnya kawasan perkotaan dan pertambahan natural penduduk kota. Urbanisasi menjadi suatu keniscayaan ketika fasilitas yang ditawarkan di perkotaan lebih seksi dibandingkan pedesaan, dimana fasilitas pendidikan, lapangan pekerjaan, sarana kesehatan dan hiburan lebih lengkap.

Kegiatan dan mobilisasi di kota yang semakin meningkat, berimplikasi pada permasalahan urban seperti kemacetan, kesemrawutan tata ruang kota dan sulitnya penegakkan Perda K3, kesenjangan ekonomi, serta lain-lain.  Bapak Wicaksono Sarosa dalam presentasinya mengenai “Tantangan, Implikasi dan Respon Urbanisasi di Indonesia” mengutarakan bahwa urbanisasi di Indonesia tidak berkualitas. Urbanisasi tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan dari para migran, sehingga hanya sebagian kecil penduduk yang mampu meningkatkan kesejahteraannya setelah bermigrasi ke kota.

Jika dibandingkan dengan negara lain yaitu China, Vietnam dan india, Indonesia menjadi negara paling rendah dalam kontribusi peningkatan GDP (Gross Domestic Product) per kapita yang dibandingkan dengan jumlah pertambahan penduduk. Hal ini menjadi tantangan untuk pemerintah di daerah, namun juga sudah menjadi permasalahan  nasional. Semua Warga Negara Indonesia memiliki hak yang sama dalam meningkatkan kesejahteraan, serta berhak untuk berpindah-pindah di wilayah Indonesia.

Bagaimana menjadikan urbanisasi di Indonesia berkualitas? Berkaca pada China, sebagai Negara Urban Based Development atau pembangunan kota yang berbasis urbanisasi, mereka telah memiliki pembangunan manusia yang kuat, terutama dari pelatihan, pemberdayaan  dan pendampingan skill kepada warganya. Di suatu kota di pinggiran selatan China, yang dahulunya merupakan desa, banyak warga yang tadinya berprofesi sebagai petani berubah menjadi mekanik, ada juga yang menjadi perawat, sehingga mereka dapat memenuhi kebutuhan sumber daya manusia di daerahnya sendiri.

 Hal yang harus dirubah dari Indonesia dalam menghadapi arus urbanisasi yang kuat, yaitu perlunya perencanaan pembangunan yang selaras dari pusat hingga ke daerah, penerapan prinsip SDG’S (Sustainable Development Goals) yaitu Leave No One Behind ( tidak boleh ada warga yang miskin di 2030), serta peningkatan kapasitas dan pembangunan manusia yang unggul, mandiri dan berdaya saing.

Hotel Amaroossa Bandung, Mei 2017

Kick Off Meeting : Survey Index Liveable City Kota Bandung

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s