Muntahan rasa

Tidak perlu kuungkapkan perasaan ku, bahwa aku menginginkankan mu lebih dari yang lain.

Tidak usah pula kukatakan bahwa aku sakit karena memendam rindu dan mencintaimu dalam diam.
Tidak usah kuceritakan padamu, bahwa hanya di dalam tidurku aku bisa memelukmu, dan ketika aku bangun, tercabik-cabiklah perasaanku.
Tidak usah pula kutanyakan lagi , apa kau memiliki rasa seperti yang ada di dalam dada, karena kau tak akan pernah mengerti, betapa perihnya jiwa yang teronggok sepi dan tak kau kenali.
Tidak usah kucaci lagi diri ini, mengapa harus aku yang terperosok pada dirimu yang hanya memandangku datar.
Tidak usah pula kutanyakan pada Tuhan apa maksudNya mempertemukan aku dan kau dalam angan-angan yang palsu.

Teruntuk dirimu, tidak ada lagi keindahan yang akan kupersembahkan.
Maka, biarkan saja diriku hanyut dalam penolakan.

Bandung, Mei 2017

#30DWC

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s