Reseller atau Produsen ?

 

Apalah saya mahluk cetek nulis tema enterpreneur begini😁😁 tapi tidak ada salahnya share pengalaman sampai saat ini di dunia jualan online shop. Boleh yaa? πŸ˜ŠπŸ˜‰

Reseller atau produsen ya?. Jawabannya : apapun pilihannya asal serius pasti untung 😁 serius : bisnis yg tekun, 100% konsisten, punya sistem yang bagus, modal gak setengah-setengah 😁.

Dulu saya adalah tukang dagang yang jarambah (sundanese, maksudnya:Β semuaa dijualiin). Kecuali jual diri atau jual bulu ketek suami πŸ˜‚ #kidding
Ketika ada barang bagus, saya beli, lalu saya jual. Mulai dari gendongan bayi, odol anak, buku, baju menyusui, tas belanja, sepatu..sampai keranjang rotan. Dulu saya aktif jualan di akun Facebook. Awal-awal berjualan kadang beli putus, kadang dropship. Lama-lama jadinya : capeek deehhπŸ˜‚

Kemudian sayaΒ berfikir: ini saya kalau buka toko offline macem mana sih jenis tokonya? Kalau ingin kayak Supermarket kayaknya masih ngawang-ngawang banget ya πŸ˜…πŸ˜… apa namanya toko Doraemon ya?. (Kantong Doraemon : semuanya adaa).

Akhirnya saya sampai ke tahap kesimpulan : toko mu akan dikenal karena ciri khas nya.
Branding itu penting !

Ketika orang nanya beli x dimana ? Maka akan dijawab : di y !
Jadi, daripada capek-capek jualin barang yg “asal lagi ngetrend, yang penting untung“, lebih kece kalau nemuin identitas sendiri, lalu kembangin, dan terus inovasi-kan . Yang penting konsisten 😁😁

Setelah menempuh perjalanan panjang, jauh, terseok-seok, kadang laku- kadang engga, kadang untung-kadang nombok, sampailah saya ke akun Instagram bernama @adibainstanhijab dengan identitas : hijab instan. Disini saya mulai konsisten produksi hijab praktis sendiri. Alhamdulillah walaupun masih jauh dari harapan omset, minimal saya punya hal yang bisa saya jalani dan saya tahu passion saya disini πŸ˜ŠπŸ˜‰.

Apa sih tips nya jualan dalam sistem agen/reseller?

1. Temukan produsen yang baik. Alias : jelas dan adil dalam penentuan harga, jelas dalam sistem jual beli, komunikatif, harganya bersaing, barangnya berkualitas ( QC nya oke).
2. Temukan Produsen yg inovatif : ngikutin trend pasar, atau bahkan jadi trendsetter. Jika jualan online, kunci utamanya adalah poto! Sukseskan jualanmu dengan Poto produk yg oke. Jika produsennya sudah sediakan Poto keren sendiri, gampang banget tinggal copy + paste = posting + laku πŸ˜‰ marketing juga penting. kata2 lebay dan persuasif is a must untuk ngiklanin lapak πŸ˜ŠπŸ˜‰
3. Modal bervariasi : Ada beberapa agen yang bisa jual dropship/ display produk atau menggunakan sistem deposit, jadi secara modal bisa lebih minim
4. Hitung harga ongkos kirim : semakin dekat dengan produsen akan semakin hemat πŸ˜‰πŸ˜Š.
5. Bangun kepercayaan dengan produsen. Alhamdulillah kalau ketemu produsen yg fast response dan bisa dikasih masukan.
6. Jeleknya jualan sistem ini : kamu tidak bisa menentukan sendiri barang dan kualitas barang yg akan kamu jual. Misal nih, saya menjadi reseller dan agen sebuah produk merek yyy, di duaΒ tahun awal bergabung,penjualan melesat bak kacang goreng, karena produk mereka murah namun kualitas baik. Namun tahun-tahun berikutnya, mereka tidak melakukan banyak inovasi, sehingga segmennya semakin terbatas. Dari kualitas juga biasa-biasa saja, sehingga akhirnya banyak yang berhenti menjadi agen mereka. Terbatas memberi masukan, karena mereka juga punya aturan main sendiri.

Lalu Kenapa saya memutuskan menjadi produsen?
Sudah saya terangkan sebelumnya kalau reseller atau produsen dua-duanya oke . Hanya ketika beralih menjadi produsen, ada hal yg harus ditanyakan pada diri sendiri :

siap, kah? 😁

Menjadi produsen berati :
1. Harus cari modal lebih kuat
2. Harus cari pegawai / penjahit dan bahan/material sendiri
3. Harus bangun sistem lebih baik
4. Harus inovatif , karena ibarat agen yang hanya jadi tongkat estafet produk, sebagai produsen harus memikirkan bagaimana menghasilkan produk yang bagus dan marketable?
5. Harus konsisten. Bangun branding harus lebih kuat.
Hihi.. cape ya? Cape banget 😜 otak dan kreativitas dituntut kerja terus menerus.

Tapi untungnya :
1. Saya bisa lebih puas.. apalagi dengan punya banyak ide, bisa tersalurkan dan itu plong banget 😁.
2. Saya bisa lebih puas.. ketika bertemuΒ orang di jalan pakai produk saya..😁 juga sangat puas bila ada customer yang senang dan feedback-nya positif terhadap “karya” saya.
3. Dan saya sangat bahagia, bisa memberdayakan penjahit, kurir, dan orang lain yang menerima manfaat dari bisnis saya. Bisa membantu mereka mencari nafkah untuk keluarga mereka.

Dan ternyataa ketiga hal ini tak bisa terbayarkan oleh sejumlah uang.
Jadi, kepuasan dan kebahagiaan ketika berdagang itu lah yang membuat kita enjoy di dalamnya.
Ketika customer puas, pekerja pun senang, Inshaa Allah keuntungan akan mengikuti. Karena tugas kita hanya berusaha, dan rezeki sudah ada yang mengatur, betul kan? 😊 Dan buat apa juga, cari pekerjaan semata mata hanya untuk uang? 😎

Sampai di sini dulu, Inshaa Allah akan disambung dengan cerita #enterpreneur selanjutnya

Terimakasih sudah membaca 😊😊
#essasquad3
#30dwc

Day 3. Sharing.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s