Antara MLM dan kebahagiaan

Cant sleep in the daily routine sleeping time (usually 8pm).. totally awake now, maybe coz too much spicy meals i had this day *huhu gak kapok2.. maag nya kambuh lagii*

Yasudahlah .. skrg saya mau mencoba ngeblog memakai hape baru sayah.. (pamerr..), karena hape kesayangan sayah raib di legoland oktober lalu..

Mau mencoba tulisan berbobot kali ini. Aaiihh berbobot gak yah, sebenernya engga sih.. cuman hasil sharing aja bersama teman2 di group whatsapp.

Anyway, saya punya kurleb 10 grup whatsapp. Jadi kalau ditanya.. whats your hobby recently? Chatting :-p
Diluar pemikiran negatif tentang chatting (termasuk pemikiran suami sayah) yang menganggap whatsapp an itu berarti gak ada kerjaan, buang2 waktu, useless and wasted, chat di group yang kebanyakan ibu ibu ini membuat pikiran saya tetap waras loh..

Hihi, what is definition of waras? .. dengan chatting dan sharing sebenernya saya bisa curhat dan dicurhatin banyak hal. Bisa ngomongin hal yang paling gak penting sekalipun kayak.. duhh anak gue hari ini pup di ember mandi.. dsb.. dsb.. dan tentunyahh jugaa banyak info yang bisa diserap lewat chatting ini.. inshaa allah mudah2an bukan info dan kabar ghibah yah, karena saya nyemplung ke grup orang2 rajin ngaji dan ber jilbab syari (aamiin).. infonya bisa seputar pengasuhan anak,  suami, garsel2 terbaru, bisnis, diskon terbaru (ter emak emaak) , politik, islam, hadist, makanan enak, resep masak, jualan,info halal, info liburan dan banyaak banget.. dan kali itu kita sedang (lagi2) membahas MLM dan.. manajemen keuangan.

Ada 1 grup yang kebetulan penghuninya gak ada yg member MLM. Eh ada sih mantan aktivis.. atau MLM tapi taraf biasa hehee..

(seperti biasa) ada yang berceloteh tentang status facebook para aktivis MLM yang berisik dan cenderung (maaf) pamer.

Mengganggu? Iya katanya. Karena keseringan (banget). Dan dari status2nya selalu memojokkan org2 yang gak ikut MLM dia.. ataww membully pengikutnya yang sedikit usahanya (LOL). Suhu group whatsapp saya bilang bahwa disitulah mereka bekerjanya. Ada beberapa MLM yang memang kegiatannya “menjual mimpi”. Entah itu mimpi jalan2, umroh, dapet mobil,dsb. Padahal sebenernya gak semua member bisa dapet hal2 tsb (yaiya lah bangkruut kalii perusahaannya hihii). Jadi para member digadang2 mendapat sesuatu yg sebenernya (mungkin) hanya segelintir saja yang bisa dapet..

Dosa gitu menjual mimpi? Aiihh sebenernya ilmu saya blum mumpuni untuk menjawab halalan toyyibannya bisnis tersebut. Tapi yang saya sedikit tahu kalau MLM yang memakai sistem money game itu tidak diperbolehkan.

Lalu Seorang teteh curhat nih kalau di facebook nya berseliweran  poto2 ferrari dan jet pribadi orang kayah hasil dari kegiatan MLM. Keren pisaan atuhh, braay… angkatan 2002 dengan usia 30an udah bisa punya pesawat pribadii gtuuh… (btw bisa dipakai ke mol gak yah biar gak kejebak macett gtuu…hihii)

Resee yaa? Kok kesannya lu pamer banget siy mentang2 tajir ? Hahaa. Ya begitulah sosmed.. smua sharing bisa dipandang seperti 2 kutub.. ada yang nganggap mereka berbagi kebahagiaan dan semangat ada yang menganggap riyaa sekaliii….

Sebenernyaa nih dulu saya juga suka ditawarin berbagai macam MLM . Tapi saya ttep gak tertarik loh. Suruh baca kisah sukses si ini anu inu.. , yaa kadang senpet kepincut sih. Ihh gilee kereen yaa, kerjanya di rumah aja tapi bisa dapat 10 jt sebulan. Ajigilemambo…
Tapi..ngga mau ah.
Kenapa? Yaa saya gak suka.
MLM bukan passion sayah.  Kenapa gak suka? yaa.. gak suka aja, perlu alasan?
Terutama kalau produknya bukan sayah bangett..
Misalnya produk kecantikan, toiletries, pembersih wajah.. meskipun digadang2 bisa dapat bonus umroh, liburan, tapi saya gak enjoy ngejualinnya gimana dong?
Kalau buku anak nih saya lagi pikir2….karena skrg saya mulai koleksi buku2 anak2 dan mulai kecanduaan..hehe

Jadi sebenernya bisnis ituh.. kata sayah ini yang masih newbie, harus didasarkan pada apa yang kita suka.. misalnya saya suka pakai gamis, jadilah bikin butik online @butikmamadoel. Trus suka barang2 kbutuhan bayi dan balita, jadilah punya online shop @doelshop. Naah itu semuanya karena adanya gaya tarik menarik. Saya suka, saya seneng, saya punya basic skill (paling engga pengetahuan dasarnya), jadilah saya enjoy ngelakuinnya.

Yang bingung kalau suruh jualan produk mahal2, yang padahal sebenernya kita gak enjoy jualinnya . Atau bahkan maksa beli produk dr dompet sendiri hanya untuk naikin poin, hee. Padahal gak butuh2 amat. Padahal biasanya bli sabun juga di warung 5rb an gak pake mahal. Hihii. Gak ngerti juga sih sebenernya.. tapi kesannya kok maksain yah… hehee

sebenernya setiap orang kan punya rejeki masing2 yaaa . Bisa yang dpt dari MLM, bisa dpt dari yang lain. Tapi yakin kok, meskipun gak ikut MLM anda tetep bisa jalan2 dan umroh kalau mau tekun dan berusaha! Hehee..

Intinya kalau mau berMLM saran saya mah pilih yang bener2 enjoy, yang sistem nya halalan toyyiban, yang petingginya baik2, jangan selalu berpikir demi uang anda kerja.  Karena klo kerja hanya untuk uang anda bakal siga babu. moal berkah gitu(terutama untuk pikiran dan raga anda).. oya dan jangan coba2 ikut karena terpaksa… sayang boo.. uang pendaftarannya hahahaa…

Menilik2 soal duit, ternyata penghasilan seseorang itu sebagian besar selalu lebih kecil dr pengeluaran. Kenapaa? Ceunah katanyaa.. kalau penghasilan nambah, so lifestyle juga berubah. Yang tadinya tas cukup beli di pasar baru skrg melirik ke sogo… yang tadinya mobil cuman 1 jadi punya 3, yg tadinya makan cilok skrg makan steak, dst dst..

Padahal seharusnya.. kalau penghasilan nambah, bukan belanjanya yg nambah, tapi sedekahnya!! (Camkaan itu saaa hahhaa)

Dan sedikit sharing tentang sahabat rasul yang sangat suka bersedekah :

Ttg abdurrahman bin auf:

1. Suatu saat ketika Rasullullah SAW berpidato menyemangati kaum muslimin untuk berinfaq di jalan Allah, Abdurrahman bin Auf menyumbang separuh hartanya yang senilai 2000 Dinar atau sekitar Rp 2.4 Milyar nilai uang saat ini(saat itu beliau ‘belum kaya’ dan hartanya baru 4000 Dinar atau Rp 4.8 Milyar). Atas sedeqah ini beliau didoakan khusus oleh Rasulullah SAW yang berbuny i “Semoga Allah melimpahkan berkahNya kepadamu, terhadap harta yang kamu berikan. Dan Semoga Allah memberkati juga harta yang kamu tinggalkan untuk keluarga kamu.” Do’a ini kemudian benar-benar terbukti dengan kesuksesan demi kesuksesan Abdurrahman bin Auf berikutnya.

2. Ketika Rasullullah membutuhkan dana untuk perang Tabuk yang mahal dan sulit karena medannya jauh, ditambah situasi Madinah yang lagi dilanda musim panas. Abdurrahman bin Auf memeloporinya dengan menyumbang dua ratus uqiyah emas sampai-sampai Umar bin Khattab berbisik kepada Rasulullah SAW “ Sepertinya Abdurrahman berdosa sama keluarganya karena tidak meninggali uang belanja sedikitpun untuk keluarganya”. Mendengar ini, Rasulullah SAW bertanya pada Abdurrahman bin Auf, “Apakah kamu meninggalkan uang belanja untuk istrimu ?” , “ Ya!” Jawab Abdurrahman, “Mereka saya tinggali lebih banyak dan lebih baik dari yang saya sumbangkan”. “Berapa ?” Tanya Rasulullah. “ Sebanyak rizki, kebaikan, dan pahala yang dijanjikan Allah.” Jawabnya.

3. Setelah Rasulullah SAW wafat, Abdurrahman bin Auf bertugas menjaga kesejahteraan dan keselamatan Ummahatul Mu’minin (para istri Rasulullah SAW).
Abdurrahman bin Auf pernah menyumbangkan seluruh barang yang dibawa oleh kafilah perdagangannya kepada penduduk Madinah padahal seluruh kafilah ini membawa barang dagangan yang diangkut oleh 700 unta yang memenuhi jalan-jalan kota Madinah. Selain itu juga tercatat Abdurrahman bin Auf telah menyumbangkan dengan sembunyi-sembunyi atau terang-terangan antara lain 40,000 Dirham (sekitar Rp 1.4 Milyar uang sekarang), 40,000 Dinar (sekarang senilai +/- Rp 48 Milyar uang sekarang), 200 uqiyah emas, 500 ekor kuda, dan 1,500 ekor unta.

3. Beliau juga menyantuni para veteran perang badar yang masih hidup waktu itu dengan santunan sebesar 400 Dinar (sekitar Rp 480 juta) per orang untuk veteran yang jumlahnya tidak kurang dari 100 orang.

4.Dengan begitu banyak yang diinfaqkan di jalan Allah, beliau ketika meninggal pada usia 72 tahun masih juga meninggalkan harta yang sangat banyak yaitu terdiri dari 1000 ekor unta, 100 ekor kuda, 3,000 ekor kambing dan masing-masing istri mendapatkan warisan 80.000 Dinar. Padahal warisan istri-istri ini masing-masing hanya ¼ dari 1/8 (istri mendapat bagian seperdelapan karena ada anak, lalu seperdelapan ini dibagi 4 karena ada 4 istri). Artinya kekayaan yang ditinggalkan Abdurrahman bin Auf saat itu berjumlah 2,560,000 Dinar

Wii ayoo atuhh kalau dapat uang yg banyak kita pergunakan untuk sedekah, wakaf, infak, jangan ditimbun doang di bawah bantal…hehehe.. aamin saya juga pengen seperti beliau..

Sekian dulu geje malam ini
Tidak menerima komen apalagi yang membela MLm. No offense!! Ini blog sayah kumaha sayaa weh!! Hahaha…

Wassalam..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s