good notes (parenting)

alhamdulillah, banyak gabung d beberapa grup WA(whatsapp ) yang sukses bikin hape gak bs diinstall aplikasi apapun lagi (karena traffic WA yang tak pernah brenti, hihii- kebanyak group :p) mendapat HIKMAH nya yaitu banyak kiriman  kalimat2 dan artikel inspiratif.

sayang kalau cuman ngendog di WA database lalu ketumpuk sama obrolan lainnya, saya mau coba kopi paste disini yaa..

smoga berguna bagi saya, dan bagi yang lain🙂

 

MENGATASI STRESS SAAT MENGASUH ANAK

by : bendri jaisyurrahman (twitter : @ajobendri)

1| Kerja yg padat, fisik yg lelah, anak-anak yg sulit diatur, utang yg menumpuk, berujung pada stress. Dampaknya marah-marah ke anak

2| Akibatnya anak jadi tak nyaman berinteraksi. Lebih senang di luar rumah, bermain dengan teman. Pulang bawa perilaku membangkang. Ortu pun makin stress

3| Bagi anak usia dini, saat berinteraksi dengan ortu yg stress akan kehilangan rasa nyaman dan cenderung pasif tak bisa berprestasi

4| Anak pun juga belajar cara ekspresikan perasaan dari ortu yg stress. Jika marah membentak, melempar, bahkan memukul

5| Ikatan emosional juga cenderung berkurang yang berujung hilangnya rasa nyaman dan percaya. Saat remaja ‘tertutup’ dari orang tua

6| Stress ibarat sampah. Sementara anak seharusnya menerima bunga. Mengasuh dengan stress menjejalkan sampah hingga menumpuk di anak

7| Ingat-ingat kembali tentang harapan saat menikah yakni memiliki anak, hadiah dari Allah. Tegakah kita menyakiti amanah Allah ini?

Sementara begitu banyak pasangan yg belum dikaruniakan anak? Bersyukurlah dengan cara tidak menyakiti anak dalam kondisi apapun

9| Kenali pemicu stress : lapar, ngantuk, lelah ataupun sedih. Jika alami hal tersebut lebih baik menghindar dari anak agar tak jadi korban

10| Coba jujur akan masalah yg dihadapi. Apakah dari luar atau dari perilaku anak? Jangan sampai marah2 ke anak tersebab kita habis dimarahi oleh bos

11| Kerjasama antarpasangan amatlah membantu. Saat kita stress minta pasangan kita untuk memegang anak dulu. Atau cari pihak lain yg amanah

12| Ingatlah, bahwa anak ini tanggung jawab bersama. Jadi bukan hanya satu pihak yang mengasuh. Apalagi kalau memiliki anak yg banyak. Lelahnya

13| Sekali-kali rencanakan waktu sendiri > “me time” guna melakukan relaksasi dan refleksi diri. Jika sudah relax, lebih mudah mengatasi masalah anak

14| Buat program “me time” dalam sepekan beberapa jam. Agar tidak banyak emosi negatif yang menumpuk. Komunikasikan ke pasangan

15| Analisis kembali perilaku anak yg bisa menambah stress dan siapkan antisipasinya. Contoh : anak rebutan mainan » beli mainan baru hehe..pihak ayah malah jadi stress

16| Banyak baca2 buku tentang anak. Kadang pemicu stress karena ketidaktahuan akan tahap kembang anak. Jika perlu bertanya kepada ahli

17| Kalau terlanjur stress ketika bersama anak, tarik nafas dalam2 guna mengurangi ketegangan syaraf

18| Ubah posisi tubuh. Jika sedang di atas pohon segera turun . Jika sedang berdiri segera duduk. Jika duduk segera berbaring atau keluar rumah agar dapat suasana baru

19| Ungkapkan perasaan secara jujur kepada anak “maaf ya nak. Ayah kesal kamu teriak2 trus. Ayah terganggu”. Anak belajar ungkap perasaan

20| Segera minta bantuan pihak lain jika makin stress. Tinggalkan anak sejenak. Jangan ikuti emosi saat itu. Rugi

21| Jika kesal berkecamuk terhadap perilaku anak, pandangi fotonya saat bayi. Tegakah kita menyakiti bayi yg sudah tumbuh itu?

22| Segera berwudhu dan sholat 2 rakaat. Jika sedang berhalangan, bagi para ibu, cukup wudhu saja. Doa dan curhat jujur kepada Pemberi Amanah

23| Minta maaf kepada Allah karena hendak marah sama anak yg merupakan pemberianNya. Berharap Allah kasih jalan segera dan lembutkan hati

24| Jika terlanjur marah kepada anak, dan Anda tersadar. Buru-buru minta maaf. Jangan biarkan anak terlalu lama dalam prasangka ‘takut’ kepada kita

25| Semoga kita bisa kendalikan stress agar anak selalu terjaga perasaannya. Terus berlatihlah kendalikan emosi kita. Silahkan sebar jika ada guna. Salam. (bendri jaisyurrahman)

=========================================================================================

 

Sedikit oleh-oleh dari Seminar Parenting “Smart Parents Smart Children” yang diadakan Has Darul Ilmi 12 April 2014.

Materi yang sangat bagus untuk para orang tua yang diberikan oleh Bunda Kurnia Widhiastuti dari Sygma Parenting Community.

Tidak terasa, sebenarnya waktu kita untuk mendidik anak itu sangatlah singkat. Saat anak sekolah ditempat jauh, saat anak waktunya kuliah di kota lain, saat ia menikah… Sangat singkat Bunda! Gunakanlah waktu sebaik-sebaiknya untuk menanamkan hal baik ke anak, karena tidak terasa, itu akan segera berlalu.

Waktu berharga pengasuhan anak: 7 tahun pertama (0-7 tahun): Perlakukan anakmu sebagai raja. Zona merah – zona larangan jangan marah-marah, jangan banyak larangan, jangan rusak jaringan otak anak. Pahamilah bahwa posisi anak yang masih kecil, saat itu yang berkembang otak kanannya.

7 tahun kedua (7-14 tahun): Perlakukan anakmu sebagai atau tawanan perang. Zona kuning – zona hati-hati dan waspada. Latih anak-anak mandiri untuk mengurus dirinya sendiri, mencuci piring, pakaian, setrika, dll. Banyak pelajaran berharga dalam kemandirian yang bermanfaat bagi masa depannya.

7 tahun ketiga (14-21 tahun): Perlakukan anak seperti sahabat. Zona hijau – sudah boleh jalan. Anak sudah bisa dilepas untuk mandiri. Mereka sudah bisa dilepas sebagai duta keluarga.

7 tahun keempat (21-28 tahun): Perlakukan sebagai pemimpin. Zona biru – siap terbang. Siapkan anak untuk menikah.

Pada masa anak-anak yang berkembang otak kanannya. Otak kiri berkembang saat usianya menjelang 7 tahun. Anak perempuan keseimbangan otak kanan dan kirinya lebih cepat. Sedangkan anak laki lebih lambat. Keseimbangan otak kanan dan kiri pada anak laki-laki baru tercapai sempurna di usia 18 tahun, sedangkan anak perempuan sudah cukup seimbang otak kanan dan kirinya di usia 7 tahun. Ampun dah lama bener ya? No wonder our hubby suka rada ajib. He…he….

Ternyata ada rahasia Allah mengapa diatur seperti itu.

Laki-laki dipersiapkan untuk jadi pemimpin yang tegas dalam mengambil keputusan. Untuk itu, jiwa kreatifitas dan explorasinya harus berkembang pesat. Sehingga pengalaman itu membuatnya dapat mengambil keputusan dengan tenang dan tepat.

Sementara perempuan dipersiapkan untuk jadi pengatur dan manajer yang harus penuh keteraturan dan ketelitian.

Untuk memberi intruksi pada anak, gunakan suara Ayah. Karena suaranya bas, empuk dan enak di dengar.

Kalau suara Ibu memerintah, cenderung melengking seperti biola salah gesek. Itu bisa merusak sel syaraf otak anak. 250rb sel otak anak rusak ketika dimarahin.

Solusinya, Ibu bisa menggunakan bahasa tubuh atau isyarat jika ingin memberikan instruksi. Suara perempuan itu enak didengar jika digunakan dengan nada sedang. Cocok untuk mendongeng atau bercerita.

Cara berkomunikasi yang efektif dengan anak: 1. Merangkul pundak anak sambil ditepuk lembut. 2. Sambil mengelus tulang punggung anak hingga ke tulang ekor. 3. Sambil mengusap kepala. Dengan sentuhan ada gelombang yang akan sampai ke otak anak sehingga sel-sel cintanya tumbuh subur.

Demikian sedikit oleh-olehnya. Mudah-mudahan bisa bermanfaat….

=========================================================================================

 

SEMINAR BUNDA ELLY RISMAN : ANAK YANG SUKSES MENHADAPI PERSAINGAN DAN STRESS

by NILNA AMELIA

1. Anak adalah pinjaman dari Allah SWT, jd jgn kembalikan pinjaman dari Allah SWT dalam keadaan rusak (terutama jiwanya) karena nanti akan menjadi fitnah di akhirat.

2. masing2 anak adalah unik, jd jangan banding2kan dia dgn anak lain krn nanti anak bisa stress.

3. 0-7 tahun seorang anak belum memiliki sambungan saraf yg baik di pusat otak jadi perlakukan mrk sebagai anak semestinya. Karena itu sebaiknya anak masuk SD ketika umur 7 tahun, di bawah itu akan berat bagi otaknya utk menerima pelajaran yg berat.

4. 52% anak perempuan menstruasi di umur 9 tahun. 40 % anak laki2 mengalami mimpi basah sblm lulus SD

5. Usia 0-7 tahun anak perlu eksplorasi di bawah sinar matahari 30 menit – 3 jam. Retina mata anak hanya dapat dilindungi dari sinar biru layar oleh sayuran hijau dan sinar matahari.

6. Tidak boleh membentak anak di bawah 0-7 tahun.karena ya tadi sarafnya belum bersambungan. Perkataan yg menyakitinya akan masuk ke batang otaknya (reptile port). Jika terus menerus lama2 anak akan seperti reptil: mematuk (melawan) atau diam (tertekan).

7. Bentakan bukan cuma dari lisan. Ternyata 57% itu dari bahasa tubuh dan 30% dari intonasi. Jadi kalo kesal sama anak, ditahan yaaa….ampe dia 8 tahun.

8. Potensi yg harus dikembangkan pada anak: fisik,mental,emosi,sosial, spiritual, keterampilan, dan seksual. Kalau ketujuhnya dikembangkan anak akan tahan banting.

8. Persiapkan anak utk menjadi: hamba Allah SWT, calon istri/suami, calon ayah/ibu, profesional, pendidik keluarga, penanggungjawab keluarga, pendakwah.

9. Berikan anak penghargaan, perhatian dan pujian. Sehingga anak merasa berarti. Jangan matikan Semangat anak.

10.jangan paksakan anak utk menjadi seperti yg kita mau. Kita tak bisa mengharapkan mereka menjadi seperti kita 100%

Itu aja dulu. Semoga berguna buat semuanya.

=========================================================================================

 

10269598_667017946711774_6651501784266512333_n

10277104_667017733378462_5336922970695164853_n

 

menjadi orangtua memang asyik! gak pernah beres-beres belajarnya.. selalu ada ilmu baru yang harus dipelajari.. selalu ada tingkah anak (yang baru) yang harus dihadapi… hehe.e. yang jelas menjadi orangtua adalah karunia ALLAH, pastinya membuat hidup makin hidup!

smoga bisa menjadi orangtua terbaik untuk anak2 saya, aaamiiiinnn

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s