Memilih Jodoh….

walaupun jodoh telah ada yg “ngatur”, tapi kita tetep dong harus punya kualifikasi. kenapa penting? karena menikah cuman sekali dan akan hidup bersama hampir puluhan tahun (kita tinggal bersama org tsb lebih lama dr tinggal bersama org tua kita),,

Buatlah patokan! bikinlah daftar list yang memang harus ada atau masih bisa di nego!! bijak2lah menentukan pasangan hidup yang baik🙂

1. Pilihlah yang seiman

aaaa, ini no satu! ga bisa diganggu gugaat!!kalo anda orang islam menikahlah dengan org islam,, klo anda org hindu menikahlah dengan org hindu.. jangan sampai ngrubah agama “cuman” karena ingin menikahi org tersebut. percaya, cinta kepada Tuhan kita lebih penting drpada cinta sama pasangan yang cuman “hitungan” tahun.  coba lihat pasangan yang tetep menikah walopun beda agama,lha anaknya nanti mau ikut siapa? ikut bapa atau ibunya? apa ibu bapanya nanti saling kampanye biar anaknya pilih agama mereka macem PILKADA? aneh banget!

Dont waste your time, also your life!

2. Pilih yang akhlaqnya baik

klo saya sih pilih suami, pasti yang imannya lebih kuat dr saya, secara dia akan menjadi seorang imam yang membimbing para makmum-nya.  gmn caranya liat kadar akhlaq seseorang? well, klo itu sih cuman ALLAH yang bs menilai ya, tapi kita melihat dr kacamata manusia aja. pertama, bisa nanya ke temen deketnya, “gimana amalan dan ibadah sehari-harinya?”– apa dia sering solat, apa jarang solat, apa bolong2 solatnya, dsb. Bisa juga dtanya ke keluarga dekat, misal kaka atau adeknya, gmn pandangan mereka tentang ibadah calon pasangan kita. ato kalo dia punya murabbi/murrabiah (guru agama), kita bisa langsung tanya kpd mereka.

Ini penting banget! kalo saya sih ga mau punya pasangan yang ga pernah sembahyang, jarang ngaji, dsb.. mungkin ada yg menilai : “Gpp lah, nanti bisa berubah seiring waktu, cinta kan segalanya”—> oke aja kalo anda memang kuat! tapi ingat, orang ga bisa berubah secepat yg anda mau!

dan tetap ingatlah, seseorang yang baik, akan mendapat org yang baik pula. Insha allah jika pengen dpt pasangan ahli tahajud, maka marilah kita rajin tahajud.🙂

3. lihat keluarganya

menikah bukan berati “ijab qabul” cuman dengan 1 orang, tapi menikah dengan smua kluarganya.

1) cari mertua yang baik—> kalo mertua agak cerewet gpp, tapi klo mertua kasar+suka mukul+ekstrim lainnya—mending udahan aja!

2) lihat latar belakang keluarganya–> klo mereka punya hutang sgunung ,catatan kriminal, so pasti bakal kebawa-bawa, tidur pun ga akan tenang! no way!

3) cari  yang taraf dan gaya hidupnya hampir sama—> menikah dengan org dari keluarga lebih kaya dari kita mungkin terlihat “enak”, tpi kalo perbedaannya terlalu besar, kita bakalan rendah diri dan susah adaptasi. begitu pula menikah dengan org dari keluarga yang taraf ekonominya jauh di bawah kita, akan capek hati sendiri. paling baik menikah dengan taraf ekonomi keluarga yg hampir sama, agar mudah menyesuaikan diri. memang, kita tak akan tahu rezeki kita ke depan seperti apa, tapi percayalah, kriteria ini penting agar hidup berumah tangga menjadi lebih harmonis.

4) apa kita dibenci ama keluarganya??— jangan sampai deh yaa! yg ada ntar jd masalah percekcokan rumah tangga dimana keluarga pasangan jd “orang ketiga”. coba cari letak dimana dan kenapa kita ga disukai. klo udah mentok, jangan maksain! nikah itu lamaa loo.. sakit hati 10 tahun lebih mantab daripada sakit gigi kayaknyaa,,, hehee

4. apa dia sudah mampu?

mampu bukan berati dalam materi saja, tpi dalam kesiapan, dsb. coba pikir lagi kalo ingin ngajak nikah sama cowok yang tiap malam masih hobi nongkrong ama teman2nya atau dugem–hueekkk …males!!

kalo yg masih pengangguran atau kuliah gimana?? naah ini mah gmn kesepakatan aja, pertama–tanya diri sendiri :sanggup? — sanggup disini sanggup cari pemasukan lain selain dr pasangan kita (laki-laki)? sanggup hidup irit? sanggup menerima pandangan negatif oraang? sanggup tiap ditanya suami kita kerja apa bilang :’blon”?? dsb

kedua tanya pasangan kita, apa dia juga sanggup, ketiga tanya orang tua, apa mereka masih mau ikut bantu apa engga (kasian atuh mereka, udah nikah masih aja minta tolong, coba pikirkan lagi.. klo sudah nikah sebaiknya hidup mandiri yaa, sekecil apapun jangan minta tolong ke mereka, harusnya malah ngasih duit malah mintain duit terus,,,😦 )

klo saya sih prefer yang sudah bekerja tetap. atau punya pemasukan tetap. ga usah harus punya mobil, motor atau rumah sendiri sih, yang penting stiap bulan bisa dihitung tuk mencukupi hidup. Ekonomi itu faktor penting dlm pernikahan loo, di jawa barat aja kasus perceraian no.1 disebabkan masalah duit. dan krasa banget, habis nikah akan banyak pengeluaran. baik itu untuk rumah, kendaraan, anak, dsb. so, bersabarlah untuk menikah dgn org yg blom berpenghasilan. tunggu sampai dapet penghasilan. kecuali anda sangat-sangat ga sabar, sih.hehee..

5. nyaman&nyambung

ini kriteriaa yang penting jugyaaa, jangan karena cuman ganteng+cantik tapi orangnya resee kita jd mau nikah sama dia, weleh-weleh, bikin capek hati.. kalo saya sih prefer juga yang tingkat pendidikannya juga ga beda jauh. misal, sama-sama s1. soalnya ga kebayang kalo lulusan s1 nikahnya sama lulusan SD. belum kebayang,,, tapi bisa aja sih nyambung (tergantung orangnya ya!), ini mah anda sendiri yang menilai! hehehe🙂

sgtu aja dehh saran2 dari si essa, ini based on pengalaman pribadi aja selama 2 tahun lebih menikah ya!mohon maaf klo ga ada yg sesuai!! smoga bisa jd manfaat aja buat para single-ers.. hihi..🙂

 

hahaa, klo ini ga bener lah! :-p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s