Partikulat

Debu (partikulat) dalam udara dapat bersumber dari perisitiwa alami ataupun dari kegiatan manusia ataupun kegiatan  alamiah.  Partikulat didefinisikan sebagai material dalam bentuk solid ataupun liquid di udara dengan ukuran diameter partikel sekitar 0.005 µm hingga 100 µm, meskipun yang dalam bentuk suspense secara umum kurang dari 40 µm (CEPA,2001).

Partikulat memiliki pengaruh terhadap iklim dan visibility, serta kesehatan dan kulitas hidup. Sebagian besar partikulat akan mengganggu sistem respirasi, karena kemampuannya yang dapat masuk ke dalam saluran respirasi dengan cepat. Adapun Ukuran partikel partikulat adalah parameter yang penting dalam karakterisasi perilaku fisik partikulat di atmosfer. Beberapa ukuran partikel menurut CEPA (2001 dalam Zannaria, 2008) adalah :

  1. Ultrafine particle (Extremely small/nuclei mode), yaitu partikel yang berukuran kurang  dari 0.1 nm (≤ nm).  Ukurannya yang sangat kecil dan pergerakannya yang acak menyebabkan partikel-partikel ini bertabrakan satu dengan yang lain dan membentuk partikel baru yang lebih besar.
  2. Fine particle (Accumulation mode), yaitu partikel dengan ukuran 0.1-2.0 nm. Partikel ini dapat berada di atmosfer dalam beberapa hari bahkan beberapa minggu. Proses deposisi dan presipitasi adalah proses utama yang dapat membuat partikel ini meninggalkan atmosfer.
  3. Coarse particle (sedimentation atau coarse mode), yaitu partikel yang berukuran lebih besar dari 2 nm. Pada umumnya partikel dengan ukuran tersebut akan mudah tertarik oleh gravitasi bumi dan berada di atmosfer relative lebih cepat, yaitu sekita beberapa jam atau beberapa hari.

Partikulat dapat berasal dari proses-proses berikut, yaitu :

  • Reaksi pengolahan material
  • Reaksi pembakaran
  • Reaksi konversi gas-gas atmosfer

Partikulat di udara merupakan suatu sistem yang unik dengan karakteristik yang bervariasi, dimana tergantung pada :

  • Karakteristik Partikel à mencakup  ukuran, distribusi partikel, bentuk, densitas, adesi dan kohesi partikel, korosivitas, rekativitas dan toksisitas.
  • Karakteristik gas pembawa à mencakup tekanan, temperatur, viskositas, kelembaban, komposisi kimiawi dan keterbakaran.
  • Karakteristik sumber/proses à mengemisikan partikel, mencakup laju alir gas, konsentrasi partikel pada aliran gas dan peralatan pengendali pencemaran udara

(Cooper, 1994).

Ukuran partikel umumnya dinyatakan dalam dp (diameter partikel). Untuk partikel nonsferikal, ukuran partikel dinyatakan dalam besaran yang disetarakan dengan diameter partikel bulat. Besaran-besaran tersebut antara lain sebagai berikut :

  • Diameter luas proyeksi, yaitu diameter lingkaran yang memiliki luas sama dengan luas proyeksi partikel yang dimaksud.
  • Diameter ekivalen aerodinamik, yaitu diameter partikel bulat dengan satu satuan densitas (1g/cm3) yang memiliki kecepatan endap yang sama dengan partikel yang dimaksud.
  • Diameter stokes, yaitu diameter partikel bulat yang memiliki densitas dan kecepatan endap yang sama dengan partikel yang dimaksud.

Besaran yang umum digunakan adalah diameter ekivalen dengan satuan µm/ mikron.Karakteristik partikulat dapat digambarkan dengan distribusi ukuran partikel, baik berdasarkan jumlah maupun berdasarkan berat. Berdasarkan sebaran partikel, partikulat dapat dibedakan menjadi sistem monodispersed (partikel memiliki 1 ukuran yang seragam) dan polydispersed (ukuran partikel yang tidak seragam walaupun beda satu fasa/jenis) (Hinds,1999).

One response to “Partikulat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s