10 hal #palingjuara di Diklat JF Peneliti Tk. I Gelombang VII 2017

26 hari yang menyenangkan, telah terlewati! Alhamdulillah dapat dilalui dengan sehat, selamat dan bahagia. Alhamdulillah! Mari rayakan dengan menulis agar kenangan ini abadi dan menginspirasi pembaca (semoga :D).

Apa sih yang paling juara di Gelombang VII ini (versi penulis)?

  1. Widyaiswara nya #juara

Berikut adalah mata diklat yang didapat oleh peserta  :

Struktur Kurikulum Diklat Jabatan Fungsional Peneliti Tingkat Pertama

Total  207 JP

Materi Utama terdiri atas 13 materi yaitu:

Landasan Penelitian
Proposal dan Rancangan Penelitian
Penelusuran dan Pengumpulan Data
Analisis dan Sintesis Hasil Penelitian
Penulisan dan Publikasi Ilmiah
Teknik Presentasi Ilmiah
Pengorganisasian Penelitian
Kerjasama dan Dampak Penelitian
Membangun Tim Efektif
Integritas Peneliti
Kode Etik Peneliti
Pengembangan Karir ASN/PNS Peneliti
Kekayaan Intelektual (HKI)

Materi Penunjang

Ceramah Umum Kebijakan dan Program Penelitiandan Iptek
Dinamika Kelompok
Penjelasan Jurnal Elektronik
Penjelasan Program Diklat
Penjelasan Uji Kompetensi
Evaluasi Program Diklat

Banyak banget bukaan… dari sesi belajar pada Senin sampai Sabtu, Pukul 8.00 sampai jam 17.15 sore, semuaanya menurut saya seru. Yang bikin seru adalah para Widyaiswara/ pengajarnya yang sangat keren. Karena saya memang pernah menjadi dosen sebelumnya, saya merasa sangat terinspirasi oleh style para WI yang sebagian besar dari LIPI ini. Semangatnya gak pernah padam, bahkan sekelas Professor pun (Prof. Gono, Prof. Rosichon, dsb), mampu menjelaskan dengan sangat lugas, serta mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan para peserta yang kritis, kadang gak nyambung, dan seringnya curhat. Bahkan, dari 1 sesi mata diklat, kadang banyaknya dipakai Tanya jawab dibanding pembahasan materi, hihi.

Ilmu para WI ini sudah tidak diragukan lagi, terutama untuk Pak Ir. Dudi Hidayat yang membawakan mata diklat Landasan Penelitian dimana isinya adalah teori-teori filsafat penelitian yang bikin bingung tapi saya sukaaa! Lalu untuk Dr. Ali yang sukses saya bikin marah karena ngeyel pas sesi diskusi (hahaa.. piss pak!), untuk Pak Indra yang lucu dan seru, infonya oke banget untuk mata diklat teknik presentasi (dan sukses bikin cirambay dengan video pengantar kelas nya!). Untuk Pak Max yang ganteng dan santun sekali, selalu menyemangati, Bu Eli yang cantik dan ceria, pokonya semuanya spekta.

Karena untuk menyampaikan ilmu itu bukan hanya harus menguasai ilmunya lo, tapi juga harus menyampaikan dengan baik. Jadi, gak boleh ngajar papan tulis.

Walaupun beberapa kantuk sering menyapa ketika di kelas, dan kelas berpindah ke grup WA : (nama grup :Diklat KTI Cihuy), dimana kita malah sharing2 poto snapshoot yang geje, iringan pantun yang cantik, dan bodoran-bodoran yang ternyata bikin seneng dan semangat lagi. Gak lupa sajian coffee break yang bikin susah mingkem 😀

 

2. Teman sekamarku #juara

Riskaa nama panggilannya, dia berasal dari Bappelitbang Martapura, Kab. Banjar . Awal ketemu di kamar kirain orangnya pendiam, serius, dan kaku, tapi ternyataaa….hahhaa.. seru banget, Alhamdulillah. Teman berbagi semangat, teman ketiduran, temen ngemiil, temen nyuci, temen berantakin kamar, teman curhat, teman kepo, teman jalan-jalan, temen begadang,teman nonton berdua di kamar, heuheu. Awal diklat ini penasaran dan takuutt punya temen sekamar yang jutek, tapi 100% bersyukur banget karena kita berdua saling mengisi dan banyak kemiripan, hehe.

Hal yang gak akan dilupain itu pas hari Jumat, dimana jam 13.00 harus presentasi kelompok, dan istirahat mulai jam 11.30. setelah makan siang 30 menit, saya dan riska kembali ke kamar. Saya ngotak-ngatik PPT buat presentasi diatas kasur, sementara riska tiduran sambil bilang : Ka, bangunin aku yah. Aku ngantuk. “Iya”, jawab saya. Tapi eehh… ternyata saya ketiduran juga! Yaa,, ketiduran didepan Laptop! Hahaha. Dan akhirnya kami berdua bangun karena kamar ada yang ngegedor. Itu jam 13.45! hahaa.. nuhun suci dan teh puti yang berkorban dari kelas ke asrama untuk membangunkan kami….. Dengan muka buladigh baru bangun tidur, acay dikitt, saya pun presentasii (untung kebagian giliran terakhir, hahaha).

Hal lainnya adalah dimana kita pernah tukeran nangis bareng. Pernah suatu malam di kamar saya nangis, riska ngehibur. Malam lainnya riska yang nangis karena kangen sama anaknya, saya pun menghibur. Saling berbagi cerita, berbagi semangat untuk bisa lulus dengan baik, bisa bikin KTI dengan baik, serta bisa bareng lulus tes beasiswa Bappenas. Gak bisa dilupakan juga, perang kentut dan makan indomie remuk bareng! Hahhaa, love you sis!!! And I miss you so much!!

22815285_1767153116631162_21865289236512654_n

i love you from my heart!

3. Makanannya #juara 

Alhamdulillah suguhan makanan di diklat ini, melimpah ruah! Katering parasmanannya oke banget, momen makan menjadi saat yang ditunggu, hahaha. Menunya 3 kali sehari beda-beda, jadi gak bosen. Snack nya juga lumayan enak, ah pokonya mah sukses naik kiloan :D. namun ternyata, seminggu berlalu, makanan katering menjadi berubah, jadi kurang okeh (maaf ya peneliti harus jujur), bahkan sempat membuat insiden 5 orang peserta kami diare dan muntah-muntah, bahkan ada yang mengeluhkan makanannya basi! huhu. Ternyata, vendor catering-nya diganti per 1 minggu, alasan biar peserta tidak bosan. Akhirnya ketua kelas curhat ke panitia mengenai ini, dan catering lama pun kembali tanpa diganti. Hidup ELIN catering! 😀

makanan diklat

salah satu menu sarapan, yummy!

4. Tugas-tugasnya #juara

Rasanya selama diklat jarang banget bisa tidur sebelum jam 12 malem, hahaa. Kecuali beberapa hari pertama ya. Selain tugas kelompok atau tugas individu, kita juga harus tetap merevisi Karya Tulis Ilmiah (KTI) secara online lewat aplikasi Sibimbo (yang rasanya gak pernah beress sampe sidang hahaha). Jadi, Sibimbo ini merupakan tools yang dibuat oleh Pusbindiklat LIPI dalam memudahkan bimbingan antara Widyaiswara dengan anak bimbingannya, tidak perlu lagi bertatap muka. Cukup kirim ke pembimbing, dan revisi akan termuat di doc dengan fitur track changes. Sesuatu yang baru, karena baru ada di diklat peneliti LIPI tahun ini, dan sebenernya masih perlu beberapa perbaikan (terutama momen yang bikin gemes, ketika sudah cape2 ngerjain revisi ke-4, pas balik dari pembimbing catatannya : kok tidak ada perubahan? Ternyata yang beliau lihat adalah revisi ke-3 hehe), dan juga terkait sinyal yang pernah mengalami gangguan.

Tugas kelompok yang paling mantap sih tentunya di mata diklat Pengumpulan Data, dimana kita dibagi kelompok pada hari senin, mendapatkan tema penelitian serta mengolah kuesioner dan bab pendahuluan di hari yang sama, selasa ke lapangan mengambil data, jumat pagi harus sudah beres minimal 50 halaman dokumen serta presentasi dan tanya jawab, huahaha, luar biasa! Kurang tidurnya berhari-hari sampai tidur pun di ruang kerja kelompok :p Tapi alhamdulillah semua bisa terlewati dengan baik dan penuh kesan! Hehhee.

Tugas lain yang porsi nilainya cukup besar yaitu membuat proposal penelitian, dengan alokasi waktu sekitar 1 hari saja. Otak dituntut harus mikir ekstra dan kreatif, alhamdulillah banget kalau dapat teman sekelompok yang satu visi dan pekerja keras, tapi kalau udah beda-beda pendapat atau cuek: malah gak beres-beres! Hahaa, yaa disitulah seninya bekerja dalam kelompok. If you wanna go fast, doing alone, but if you wanna go far, doing together!.nah pas presentasi proposal penelitian ini saya dapat marah dari Pak Dr. Ali, dengan alasan kebanyakan ngeyel! (maklum pak saya kan gelarnya ME = Mbung Eleh :-p) Tapi menjadi pengalaman tak terlupakan! 😀

5. Rute larinya #juara

Azzam saya ketika mau diklat adalah harus tetap rajin lari pagi, makanya niat banget sampai beli baju baru dan sunglasses dulu biar kece dan semangat, hahaha. Alhamdulillah dengan jadwal masuk kelas jam 8 pagi, masih punya waktu untuk bisa jogging santai. Minggu pertama masih bareng kawan-kawan seangkatan, lari bareng sampai ke danau Dora, tapi kemudian saya lebih sering lari sendiri karena yang lain banyak yang lebih malas dari saya, hahaha.

Serunya lari di wilayah science center LIPI ini, walaupun jalannya naik turun tapi banyak pohon, dan pemandangannya bagus, serta wilayahnya luaass banget. Berikut dokumentasi pemandangan lari pagi beserta durasi-durasinya. Ah pokonya bakal kangen banget lari pagi disini!

6. Begadang-nya #juara

Ngerjain tugas yang seabreg, gak akan beres kalau dikerjain di kamar. Pernah nyoba ngerjain revisi KTI di kamar, begitu liat bantal Kasur, langsung kepikiran : 5 menit dulu ah – eh ternyata bablas sampai subuh! Hahaa. Ternyata lebih efektif kalau begadangnya di ruang belajar, di asrama kami di lantai 2, ada 4 ruang belajar yang nyaman (meskipun remote AC nya suka ngilang) bareng temen-temen.  Sisi positifnya, jadi lebih semangat dan gak ngantuk, sisi negatifnya, kadang malah banyakan bergosipnya (ups!) hahaha.

Yang gak terlupakan adalah saat sistem SKS belajar buat ujian tulis di hari Sabtu pagi, malam sabtunya begadang belajar sampai jam 2 pagi. 50% belajar dengan tanya jawab  yang ada di modul, 50% nya lagi curhat! Wkwkw. Terimakasih kepada sekar dan pak budi 😀

7. Play-Hard-nya #juara

Selama diklat ini, tercatat 2 kali ke Jakarta, 2 kali ke Bogor, dan 2 kali ke Bekasi, haha! Ditambah berkunjung ke Cibinong City Mall yang udah gak keitung (ampe hapal itu moll isinya apaan aja!). serta nonton filem bioskop 2x (kingsman2 sama the foreigner). Pastinyah sesuai moto sayah: Work hard, play harder!

Yang pertama pas libur tanggal merah hari Kamis saya ke kota Bogor untuk jenguk baby born nya Nining, dilanjut ke nikahan Asri (biologi 2004) di Jakarta Barat. Minggunya ke Neo Soho Jakarta bareng Gayung silaturahim sama ikan hiu di Jakarta Aquarium. Gak lupa beli Pablo dan ngantri sejam untuk si Mango King (dan enakan yang di Bandung dong! Hahaha). Minggu depannya ke Hotel Horison Bekasi ketemu anak-anak, berenang dan belanja di MM, dilanjut ke rumah mertua. Minggu depannya ke rumah dilla di Bekasi lanjut ke mol AEON Jakarta Garden City yang baru di Jakarta Timur, Dan sebelum pulang ke Bandung, di hari terakhir nyempetin ke Bogor untuk beli titipan roti venus. Oya, acara keakraban juga main ke pasar Ah pong, Sentul Bogor.

Tapi yang paling seru adalah  malam terakhir karokean bareng temen2 sampai jam 11 malem! Hahaa.. ketawa bareng dan menggila bersama, gak ada bebaan 😀

8. Teman-temannya #juara

Terimakasih kepada 27 rekan dari seluruh Indonesia yang sangat menyenangkaan! Tanpa kalian semua diklat ini tak akan renyah dan meriah. Buat kimi sang ketua kelas dan pengantin baru yang lucu, polos dan ternyata rocker medhok; Om Jun pemilik kaos kaki bau, ahli hisap yang tenang tapi kocak, playboy cap Sumatra barat; a Nunu yang kebapak-an, terfavorit, paling bisa diandalkan, diam2 tapi garing; Hana neng buntut termuda yang manis, rajin, pintar, kamus berjalan, cantik dan lembut; Bang juli dodon yang selalu siap membantu, korban diare, badan boros dan baik banget; Pak budi yang katanya pengen disebut baik hati dan tulus; Irvan solok yang kritis, pencinta kucing dan ahli bertanya dimana saja; Pak Mardi jambi yang tertua di kelas; Irfan makassar yang smiling face, ramah, dan selalu menyebut kata “anu” hahhaa; Bang Yossi lelaki terlembut dan rajin solat; Azir yang tajir tapi suka kepo dan bercita-cita punya istri 4; Amirullah yang meledak-ledak dalam diam, poker face dan gemesin; Sekar sahabatku yang cantik, manis, chubby, suka curhat, suka lebay bareng, suka gossip bareng, rajin dan menyenangkan; Mba Esi yang ramah dan lucu; Mba Erti yang baik banget, solehah dan ibu teladan; Indah yang baik hati dan cantik; Mba widi yang kocak dan wanita hebat (26 hari sambal bawa bayi mungilnya); Iwan papua yang cuek, selengean, kocak tapi menyenangkan; mba puti yang pendiam dan kalau lagi diam jutek hahhaa; meimei yang pintar dan tomboy; Iqbal yang manis romantis  tapi ternyata garing luar biasa; Ani yang pendiam tapi menghanyutkan, pintar dan dapat diandalkan ;mba diana yang kritis; puti yang lucu dan baik; fariha riska teman sekamar yang… sudah disebutkan diatas; mba azika yang manis, baik, dirigen yang keren, jago pantun, dan the last teh seline teman seperjuangan selama 2 tahun lebih (dan seterusnya) yang selalu the best di hati, hahaha… Hatur nuhun semua, kalian luar biasa!

9. Pembimbingku #juara

Saya masuk ke kelompok Prof. Henny Warsilah bareng Irfan (prov. Sulsel), Hana (Prov Jawa Barat), Ani (Kementerian Desa Prov Bengkulu) dan a Nunu (Kab. Sumedang) : alasannya karena topik kita hampir mirip, mengenai pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.  Awal dikasih bocoran sama panitia Pusbin, prof Henny ini galak, gak boleh telat. Wow, awal pertemuan kita disiplin dan manut. Dan ternyataa, beliau adalah orang yang kocak! Gayanya mungkin agak preman, hihi, tapi sebenarnya sangat baik, inspiring dan selalu me-motivasi serta disiplin!

Beliau selalu bilang : ayo kejar mimpi kalian, saya usia 34 sudah tamat S3 di Eropa, masa kalian tidak bisa? Lalu beliau memberi saran untuk menulis mimpi-mimpi kita di kertas dan menempelkannya di tempat strategis, lalu terus berusaha untuk mewujudkan mimpi tsb. Beliau juga sangat caree, dan selalu nyapa di Facebook, hehe. Alhamdulillah, smoga suatu saat bisa menjadi Prof seperti beliau, aamiin.

23031286_1767152926631181_650676667675850536_n

10. Alhamdulillah #Bandungjuara

Di hari terakhir diklat saat penutupan, digelar pengumuman 3 terbaik di diklat ini. Sebelumnya, kami menyanyikan lagu “Padamu Negeri” bersama-sama. Entah kenapa, saat menyanyikan lagu itu air mata saya mulai menetes, kebayang lagi dong flashback hari pertama menginjakkan kaki di tempat ini, bertemu orang-orang baru, menerima ilmu-ilmu baru, dan terbayang semua perjuangan keluarga yang mendukung saya selama disini. Akhirnya nangisnya makin kenceng, sampai saat pengumuman Juara ke-3 : Ani dari Bengkulu (temen se bimbingan), Juara ke-2 Iqbal dari Kementrian pariwisata, dan ternyata juara 1.. Wiedy Yang Essa dari Bappelitbang Pemkot Bandung.

Ya Allah, gak percaya, kaget, dengan muka masih cirambay penuh air mata, akhirnya maju ke depan dan masih nangis, sampai ditanya oleh Ibu Sekretaris LIPI yang menyalami saya : kenapa, terharu ya? Alhamdulillah, gak pernah nyangka. Karena semua peserta dari seluruh Indonesia ini pinter-pinter, rajin dan wawasannya sangat luas. Saya gak pernah ngarep sebelumnya, jadi lumayan shocking juga, heuheu.  Alhamdulillah, ini saya persembahkan untuk keluarga, orang-orang yang selalu mensupport saya, dan terutama untuk Kota Bandung. Hidup BANDUNG JUARA!

23031557_1767154066631067_7276851307674841771_n

……………….

Sekian tulisan saya kali ini, yang ternyata.. menyelesaikannya rada lama hahhaa. Semoga bisa bermanfaat, See ya!

 

Advertisements

KPBU Kota Bandung

Bandung sebagai salah satu kota dengan laju pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia yaitu 7.79% (2016), dengan PDRB yang juga tinggi, IPM 80,13% (2016), penduduk 2.4juta, namun dalam pembangunan infrastruktur sangat terbatas dengan APBD hanya 6,68 T Rupiah/ tahun.

Bandung dalam memenuhi kebutuhan sebagai world class City, perlu anggaran 60 T. Dengan dana yang terbatas, dibutuhkan terobosan inovasi untuk memenuhi pendanaan, salah satu upayanya KPBU (Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha). Pengerahan dana swasta untuk pertumbuhan ekonomi dan penyediaan infrastruktur dengan lebih cepat, efektif dan efsisien.

Telah terdapar 5 plot proyek KPBU prioritas di Kota Bandung yaitu : cable car, smart class, RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah), LRT (Light Railway Transit), PJU (Penerangan Jalan Umum). Kemacetan lalu litas saat ini di Kota Bandung menghasilkan dampak negatif secara sosial dan ekonomi, sehingga butuh moda transportasi berbasis rel. Dibutuhkan pula ruang kelas dan Rumah Sakit Pemerintah dalam peningkatan layanan masyarakat. Sementara PJU yang baik dapat mengurangi risiko keselamatan lalu lintas dan kejahatan di jalan.

 

Bandung Planning Gallery

BPG RK

Bandung Planning Gallery atau Anjungan Perencanaan Kota Bandung adalah galeri interaktif dari Pemerintah Kota Bandung yang menyajikan perencanaan kota Bandung sejak masa lalu, pencapaiannya di masa kini, dan rencana-rencana pengembangan kota Bandung di masa depan.

Pengunjung diharapkan dapat memahami masa lalu yang membentuk identitas Bandung sekarang, memahami tantangan dan problematikanya di masa kini, menjadi bagian dari solusinya bersama pemerintah menuju Bandung Bermartabat 2025.

Merupakan salah satu bentuk Transparancy planning, berisi tidak hanya  sejarah, maket, dan rencana kota. Tapi juga konsep dan proyek-proyek Kota yang dapat dikomentari dan diberi masukan oleh warga.

Perkembangan Kunjungan BPG setelah launching pada 1 Agustus 2017 sampai dengan tanggal 24 Agustus 2017 sebanyak 5.402 orang. Rata-rata jumlah pengunjung sebanyak 225 setiap harinya, antusias masyarakat cukup baik karena sudah ditunjang oleh informasi melalui media massa diantaranya youtube, Instagram, dan facebook serta media cetak sudah terpublikasikan, namun hal ini masih harus terus dikembangkan, akan ditingkatkan dengan cara berkoordinasi dengan Diskominfo, Disbudpar, Bagian Humas, Disdik, dan PD terkait lainnya.

Evaluasi untuk peningkatan kinerja BPG :

  • Media informasi berupa brosur dan buku panduan masih terbatas, hal ini akan diakomodir di perubahan anggaran.
  • Merchandise disediakan untuk melengkapi area Souvenir Bandung Planning Gallery.
  • Perlu dibuatkan SOP untuk operasional Bandung Planning Gallery.
  • Pembuatan aplikasi versi IOS.
  • Perlu pemeliharaan gedung kantor BPG (pembuatan rak penitipan tas dan perbaikan toilet, penyediaan alat dan bahan pembersih serta penyempurnaan interior kantor dan sticker/wallpaper)

 

Dislike

Food :
Gak pernah makan : jengkol, Pete. Why? Dulu pernah mau nyoba, tapi dilarang ibu, katanya nanti mulutnya bau.

Daging kambing : memang bau nya bikin enek, jadi segan.

Kopihitam (pait, lieur).

Pernah makan tapi skrg engga : duren. Diantara semua panca Indra kayaknya hidung saya paling sensitif, jadi tiba2 suatu waktu saya benci baunya. Soda (insyaf, ukhti)

Memilih gak makan : daun singkong dan paria (pait sih), jeroan ( disgusting), steak dan persapian (suka nyelip di gigi), seafood (kepiting, kerang, cumi: sadar diri, kolesterol!), Tutut (takut logam berat ahhaa)

Guilty pleasure : per acian dan micin (yang tak ada manfaatnya kecuali mood booster wkwkwk)

– pertengkaran dan permusuhan
Walaupun org itu sangat menyebalkan, tapi biasanya saya gak pernah benci selamanya. Apalagi kalau lagi butuh. Hahaa, Alhamdulillah saya bukan pemaaf, tapi pelupa, jadi kadang yg berlalu biarlah dilalukan (dan laluuuuu)

– tidak diperhatikan, ignorence, less care, gak diwaro, dijutekin, gak dibantuin ..
I’m an attention lover dan Social needs nya besar. Jadi kalau kita berteman, kita harus saling peduli. Kalau kita teman, kita harus bantuin. Dan gak boleh cuek. Apalagi kalau lebih dari teman, masa cuek? 😛 selalu suka diperhatiin, dimanja, cuddling, and i love surprises😎

– orang caleuy dan tiada semangat, parasit, gak inisiatif.
Alasannya : hayang nakol

– film : perhantuan dan perjurigan : karena bisa merusak memoriiii

– rencana gagal : bikin kecewa

– orang yg gak bisa diajak ngobrol : terlalu diem atau terlalu blagu. Kalau manusia dan manusia kan harus ngobrol, kecuali manusia dan gerobag cilok.

– dimarahin : karena mungkin dari kecil sangat jarang kena marah, jadi kalau saya salah, biasanya gak efektif kalau dikasih tau dengan marah, mungkin harus dengan pemilihan kata lembut dan bijak (ciyeh!!)

– ketidakadilan : hahaa , siapa juga yang suka.

– rokok : racun dan merusak mental. Contoh pekerja di Indonesia : macul dikit, ngerokok heula. Nongkrong lila : ke sabatang deui ( teu anggeus2). Nyopir angkot, sambil ngerokok. Ah pokonya mah, tiada mangpaat.

 

Segitu dulu , nanti dipikir-pikir lagi. Haha.

 

How an ENFP find the soulmate

ENFP: You’ll know you’ve found your soulmate when a relationship finally sets you free.

ENFPs, the inventive and passionate explorers of the MBTI, are terrified of falling into a relationship that might limit their exploration. These types are incredibly passionate when they’re in love, but they aren’t interested in compromising the lifestyle they want. They need to find a partner who respects their autonomy and who doesn’t hold them back.

As an ENFP, you’ll know that you’ve finally found your soulmate when you meet someone who makes the world seem greater, vaster and wilder. Rather than limiting your options, your soulmate will break your world open and inspire you to chase after dreams you never thought possible. You’ll finally understand what it means to be loved in a way that makes you feel free, and it’s a feeling you won’t want to let go of.