DAY 1: JEDDAH-ANKARA-CAPPADOCIA (NEVSEHIR)
Perjalanan saya dimulai dari Jeddah, Saudi Arabia. Pagi-pagi sekali kami sudah nongkrong di bandara King Abdul Aziz dan terbang menggunakan Saudi Airlines, selama kurang lebih 2 jam, alhamdulillah lancar dan mulus banget landingnya, tiba di Bandara Ankara disamput hujan rintik-rintik. Begitu sampai dan merasakan cuacanya yang dingin-dingin empuk, seger… beda banget sama cuaca mekkah yang anginnya kering. Merasa bahagia karena ini pertama kalinya saya ke turki, excited!

Girang banget kenalan sama tour guide Turki yang kocak dan menggemaskan, namanya Tugrul tugnali.Dia adalah guide langganan Safari Suci, dan termasuk salah satu yg terbaik, sempet dapat penghargaan juga, wow. Mau bahas lebih banyak lagi ah…dia adalah orang Turki yang belajar Bahasa Indonesia di Universitas Indonesia, dan dapet istri orang padang, ngomong Indonesia nya fasih banget dengan logat nya yg tetep turki, dan doyan banget bilang : Badai-banjir, Ndeso, Cyiin, dan Bahasa-bahasa gaul lainnya :p. Surprising nya, ternyata usianya gak beda jauh dengan saya, hahhaa. Kirain lebih tuaa. Pas saya bilang gitu, dia langsung komen : “ orang Turki memang relatif terlihat lebih “boros” dibanding org Indonesia, alasannya karena kita terlalu banyak makan daging dan roti”. “tapi orang turki ganteng-ganteng!” . “Kalian juga cantik-cantik, dan hidungnya lebih kecil, kalau kita susah mau ciuman”. Hahahaa.. hobi banget berguyon yang bikin kita gak geje selama di perjalanan
Setelah dari bandara, kita langsung ketemu tempat makan, dengan sajian makanan khas turki, Kebab! Kepikiran banget kan kebab dengan kulit kebab digulung kayak di bandung, ternyata aslinya kebab itu disajikan di piring secara terpisah. Ada roti, nasi, kentang, dan daging kambing! Karena gak suka kambing, saya makanin karbo nya ajaa.. selamat datang lemak!!

Perjalanan dari Ankara, ibu kota Turki dilanjutkan menuju Capadoccia, di daerah Avanos, durasi kurang lebih lima jam, dan diselingi beberapa spot seperti ATM (penting, karena banyak yg gak bawa lira), toilet umum yang berbayar (1 lira) tapi mewah banget kayak toilet hotel, dan tak lupa ke danau garam, salah satu danau terbesar di Turki. Biasanya disini ada flamino, tapi pas kita kesana ujannya turun, dan sempet poto-poto sebentar.
WC umum di Turki. MEVVAH
musholla mini
Selama perjalanan ke Capadoccia kita disuguhi pemandangan padang rumput yang luaass banget. Adem banget liatnya, jadi pengen memamah biak, hahaa. Sampai sekitar jam 8 malam kita sampai di Hotel, langsung makan malam. Hotelnya enak dan homey banget, alhamdulillah.

DAY 2- CAPPADOCIA
Besoknya, subuh-subuh kita sudah siap di lobi hotel karena akan segera ke tempat Hot Air Baloons, Yippiii!! Alhamdulillah dapat kabar kalau kita fix bisa naik balloon, karena kabarnya grup hari kemarin gagal karena cuaca gak mendukung. Trus katanya harus pergi pagi banget karena nanti bakal menikmati sunrise dari atas, wow! Kita pergi ke lokasi dengan menggunakan mobil travel Hot air balloons (namanya Kayak Baloons), dan setiba disana, kumpulan balon balon udara raksasa membuat kita tercengang. Kecee… dan gak nyangka, basketnya lumayan besar, dengan kapasitas 17 orang.
Akhirnya balon udara pun naiik, naik dan naiik. Awalnya udah cemas karena saya takut ketinggian kayak naik pesawat, ternyata ini gak bikin panik, gak kerasa udah di atas, dan mungkin karena terlalu takjub dengan breathtaking view nya (sama poto-poto juga), jadi menikmati bangett! Pokonya pengalaman yang gak akan terlupa walaupun harus mengoreh kocek yang terlalu dalam (230 dollar US per orang, sekitar 3.2 juta rupiah weww, nyampe Bandung makan garem aja). Perjalanan dengan balon udara kurang lebih satu jam, sempet protes, kok bentar banget hahaha. Oh ya pas mau landing, ada posisi khusus, yaitu semua orang harus merapat ke pinggir basker, pegang tali sambal posisi setengah jongkok, katanya biar landingnya smooth…Setelah mendarat, ceritanya ada acara bersulang! Tapi gak pake bir yah, mungkin pake darah uler :p gak lupa terus poto-poto, supaya bisa posting di Instagram, huheuhee! Alhamdulillaah, Ya Allah, dreams comes true!!
Selanjutnya kita pulang ke hotel dan siap-siap untuk city tour! Horeey.. kata tugrul hari ini bakal padat banget, dan kita gak boleh ngaret, karena biasanya orang Indonesia delay dalam tour, diakibatkan tiap 5 detik akan selfi sambal duckface! Wkwkwkw. Tugrul juga bilang : Gak boleh ngeluuh, gak boleh bilang capeek! Hihiii,, bismillah, semangat!
Pemberhentian kitaa di city tour Cappadocia:
- tempat pembuatan karpet.
Disini gak boleh poto-poto, tapi asli keren banget karpetnya. Katanya bedanya yang dibuat disini dengan yg lain, karena pake sistem double knot, bukan single knot, dimana pada kualitas ia akan jauh lebih kuat karena lebih rapat. Lalu kita dikasih tau juga cara pembuatan sampai cara mereka memproses sendiri benang-benang sutra dari kempompongnya. Dengan harga yang fantastis, pastilah sesuai dengan kualitas bahan baku yang sangat terkontrol, sampai pembuatan yang begitu rumit, dimana 1 buah karpet berukuran sedang bisa selesai dalam waktu 6 bulan dan dikerjakan oleh 1 pekerja wanita. Ketika saya iseng nanya berapa harga karpet kecil, yang saya rasa cukup lucu untuk dipajang di dinding, antic banget karena seperti lukisan kota Istanbul : harganya 25 juta aja! Hahahaa. Ya Allah, kalau saya kesini lagi, semoga saya bisa ngeborong itu karpet, skrg mah masih belum bisa, xixixiix.
Nah yang kerennya dari tempat ini, kepikiran untuk ditiru di Bandung : Pemerintah Kota sini sangat support para warganya dalam memproduksi karpet ini. Warga yang diberdayakan kebanyakan adalah perempuan, dan mereka bekerja di rumah masing-masing. Mereka diberi pelatihan, diberi modal mesin pemintal dan bahan bakunya, dan jika sudah selesai karpetnya, pemerintah bantu memasarkan salah satunya di tempat yang saya datangi ini. Mereka bikin marketing yang jor-joran dengan presentasi (plus jamuan tel apel hangatnya yang enak), para pelayan yg sangat ramah, tempat yang cozy, akses yang nyaman dan baik dan pastinyaaa persuasif yang keren (ah kalau gak tahan godaan akan sulit nolak), sampai memberikan pengantaran gratis ke semua alamat di dunia! Begitu keren sistemnya, sebenernya Bandung juga bisa memberdayakan para perajut yg di Binong Jati atau sepatu di Cibaduyut dengan cara begini, biar perekonomian dan kesejahteraan lebih baik! Semoga, ya!
- Lembah Merpati
Ini tempat potospot aja sebenernya, dinamakan begitu karena ada bukit-bukit batu yang dibikin jendela-jendela untuk rumah para merpati. Ada tempat jual pernak-pernik lucunya juga sih, yang sayangnya, cuman dikasih waktu 15 menit disini, dan harus meluncur lagi ke tempat selanjutnya..
- Makan di dalam Gua
Ini RM nama nya Indonesia bangets (lupa namanya hahaa), trus suasananya seperti di dalam gua. Oh ya, sebagian besar RM yang dikunjungi di Turki, makanannya disajikan dalam 3 babak : makanan pembuka (isinya biasanya sup dan roti, agak aneh juga which is ketika saya makan ini udah kenyang duluan hahaha), kemudian main course, yang isinya daging atau ikan, dan beberapa sayuran. Lalu ditutup oleh buah-buahan (seringnya jeruk, tapi jeruknya enaak). Disini menu utamanya adalah daging yg dimasak di dalam kendi keramik, rasanya juicy..! Sebelum kendinya dateng lampu di ruangan tiba-tiba dimatiin, jadi kayak surprised gitu!! hehehe
- Goreme Open Air Museum
Ini adalah salah satu museum yang keren, karena selain pemandangannya keren, konsepnya juga unik. Tugrul bercerita bahwa tadinya tempat ini merupakan gereja dan markasnya orang-orang Nasrani di Avianos, namun setelah dikuasai oleh umat Islam, akhirnya tempat ini ditutup dan dijadukan wisata sejarah. Begitu kita masuk ke salah satu ruangan yang berada di dalam batu-batu itu, banyak hal unik seperti ruang masak, ruang makan, tempat pemujaan dan lain-lain, tak lupa juga ornament yang menunjukkan symbol umat Nasrani seperti saint john, yesus, Bunda maria, dan lainnya. Wajib dikunjungi kalau anda ke Turki!

- Tempat Penjualan Batu Permata
Ini skip aja soalnya gak minat, hahahaa
- Tempat Penjualan Batu keramik
Disini keramik nya lucu-lucu, dan ditawarkan free shipping juga sampai ke depan pintu rumah anda (asal rumah anda di Bumi). Mereka juga mendemokan cara pembuata keramik, dan jenis-jenis keramik yg dijual didasarkan pada pembuatnya : keramik yg harganya mahal dibuat oleh pengrajin yg professional, ada yang sedang, dan ada yg murah karena dibuat oleh para pelajar yang masih newbie dalam pembuatan keramik. Kereenn.

- Kaymakli underground
Inilah pemberhentian terakhir di Capadoccia city tour.. pas saya kesini waktu sudah mulai masuk maghrib. Dari bis saya harus jalan masuk ke area perkampungan, dimana anak-anak sedang berkumpul dan bermain di sekitar rumah mereka. Saya bingung, dikira akan mengunjungi rumah penduduk, hehe. Ternyata kita masuk lagi ke dalam gua, dengan jalur-jalurnya yang sempit. Ini dahulunya adalah tempat persembunyian orang nasrani, di dalamnya juga ada ruangan seperti tempat masak, toilet, ruang pemujaan dan area persembunyian. Yang bikin creepy katanya disini banyak penunggunya, hihihihihi.
Setelah itu saya dan rombongan kembali ke hotel untuk makan malam, menunya enaak! Badan pastinya sudah lelah tapi masih harus packing bagasi untuk besok ke Istanbul..hahaha.
End note : gak lupa nyicip cheetos disini, sama aja rasanya, hahaha. Beli koran (titipan) juga, daan gak lupa air mineral fenomenal bermerek : BERRAK! hahahaa
Bagian 1 selesai.