salut untuk ASTON BRAGA Bandung!

salah satunya adalah “style” mereka dalam menghidangkan air mineral kepada tamu dan pengunjung.

its plasticless! dan tentunya bisa dipakai berulang-ulang!

bandingkan dengan penyajian menggunakan gelas kaca dan botol-botol plastik air mineral di sampingnya. Lebih BOROS Energi dan Uang tentunya!

andai semua event, hotel dan tempat2 di seluruh penjuru dunia menggunakan cara yang sama seperti Aston Braga..

Bumi pasti akan tersenyum sekarang ..:)

note: kebanggaan pula dari lubuk hati kepada pak Irmansjah Madewa*, sumber inspirasi saya

*GM aston Braga Bandung

LETS ECO-DRIVING!!

GAYA SANG SUPIR ANGKOT (kebanyakan,red) :

1. Berhenti sesuai kata “kiri” yg berbunyi (baca: seenaknya)
2. Berhenti kalo liat org berdiri d pinggir jalan lalu nglakson dan ngajak naik (baca: gandeng)
3. Berhenti di pinggir jalan dengan waktu minimal 5 menit (baca: ngetem)
4. Sradak-sruduk di jalanan, kadang rapat kanan,rapat kiri, justified,bergaya seperti truk ngangkut domba,bukan manusia (baca:tak beradab)
5,6,7,8….. 333.568

Agak kebayang ga kalo gaya nyetir kayak gitu bukan hanya nguji kesabaran tapi juga BOROS ENERGI??
saatnya kita berpikir bahwa energi yang dikeluarkan ketika kegiatan menyetir itu ga murah. Mungkin bagi sebgian besar org harga bensin saat ini masih terjangkau,tapi siapa yg tahu untuk 50 thn mendatang si fosil sudah terkuras dan ketika mau menggunakan energi terbarukan kita juga belum siap?? Ini bukan masalah duit dan berapa isi kantong kita untuk membeli bensin, tapi berpikir jauh bahwa bensin adalah energi konvensional yg bakalan habis, so kalo kita bisa menghemat dari sekarang, kenapa engga??

Solusi yg paling mudah memang gunakan kendaraan yg ga perlu bensin, kayak sepeda, skate board, becak, betrix, sepatu roda, gerobak,dsb.

Tapi ga semua org bisa lepas dari yg namanya kendaraan,karena ga mungkin dong, kita keluar kota naek skuter?? =p

Nah, Salah satu langkah penghematan energi adalah kita pake cara eco-driving! Menurut survey di eropa sana,eco driving terbukti bisa menghemat 20-30% penggunaan bahan bakar skaligus mengurangi emisi gas buang,polusi udara dan angka kecelakaan.

Gimana sh caranya??
1.jgn manasin mobil lama2..5 menit cukup..
2.begitu mesin nyala,jgn lgsg ngebut.tunggu 5 detikan untuk mncapai 20 km/jam
3.nyetir dgn kcpatan konsisten,atur pd kcptn tetap.
4.jgn ngebut! Krna negbut membuang 33% bensin di jalan tol dan 5% di lalu lintas kota
5.kendarakan mbl di gigi tinggi saat kcptn rendah.gigi transmisi tinggi lebih hemat bhn bakar!
6.hindari pemakaian mbil untuk jarak2 dekat.. naek angkot aje guys!!
7.rawat kendaraan teratue dgn tune up dan jgn biarin ban kurang angin
8.matikan mesin klo nunggu lebih dr 30 detik.
me-RESTART trnyta lebih sedikit mnghbskan energi dibanding kalo nganggur 10 detik!!
9. Tukar gigi ke netral kalo berhenti di lampu merah
10. Usahakan menginjak gas seminim mungkin, jangan terlalu cepat menekan gas dan hindari menggas tiba2
11. rencanakan rute tujuan mu!! pergi ke tempat yang terjauh dulu, dan antisipasi jalur jalan
12. Dsb.. Ada lagi yg mau nambahin??

So..buat para pengendara mobil..
Cmon kita jadi eco driver’s lisence!!

menyetir juga harus ramah lingkungan!!

menyetir juga harus ramah lingkungan!!

APAAN SIH??

KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEILMUAN KABINET KM ITB 2008-2009

KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEILMUAN KABINET KM ITB 2008-2009

GANESHA HIJAU?? APA TUH?

Ganesha Hijau adalah sebuah program kerja dari Kementrian Pendidikan dan Keilmuan (P&K) Kabinet KM ITB 2008-2009.

Program ini direncanakan  untuk terus berkelanjutan dengan visi misi mengembangkan dan memberdayakan seluruh elemen kampus untuk bersama-sama menerapkan gaya hidup bersih yang melestarikan alam

APAKAH SEPERTI SEBUAH UNIT BARU?

Bukan, Ganesha HIjau seperti komunitas “Lingkar Hijau” dimana LSM-LSM dan komunitas lain yang bergerak dan memiliki ketertarikan dengan isu-isu lingkungan berkumpul. Begitu juga Ganesha Hijau, yang berupaya menjadi “payung” untuk menaungi elemen-elemen mahasiswa ITB yang tertarik terhadap isu lingkungan seperti U-Green, Nymphaea, HMTL dan HIMATEK, namun tidak juga tertutup untuk himpunan dan unit lain yang ingin bergabung. Tujuan akhirnya adalah ingin menyebarkan virus “cinta lingkungan” secara menyeluruh dengan kontribusi masa kampus yang lebih luas.

BAGAIMANA AWAL TERBENTUKNYA?

Ketika ada suatu kegiatan kampanye Hari Air Sedunia dan bekerjasama dengan suatu LSM Internasional yang diorganisir oleh HMTL, U-Green, Nymphaea dan LFM. Setelah itu kegiatan berlanjut dengan kampanye penghijauan di bekas Tempat Pembuangan AKhir (TPA) Leuwigajah dan juga pelatihan guru-guru PL (Pendidikan Lingkungan) di Kota Bandung. Semakin jelas dirasa, bahwa koalisi atau gabungan dari elemen-elemen tersebut selain menambah kekerabatan serta pertukaran ilmu dan informasi mengenai lingkungan, juga dengan bergerak bersama-sama,akan terasa lebih efektif dan menyenangkan, serta turut menyebar virus “cinta lingkungan” dengan lebih cepat karena kita harus berlomba dengan kerusakan lingkungan yang terjadi dari waktu ke waktu secara cepat pula.

Selain menjadi payung dan wadah bagi rekan-rekan yang ingin berkegiatan di bidang lingkungan, Ganesha Hijau juga memilki MISI setiap tahunnya, dan misi untuk Tahun ini adalah :

ITB= ZERO WASTE’

“Mewujudkan ITB sebagai kampus berwawasan lingkungan yang pengelolaan sampahnya optimal dan perilau masyarakatnya minimum limbah

KENAPA HARUS LIMBAH/SAMPAH?

Masih ingat sebutan Bandung sebagai Kota Sampah dimana di setiap sudut kota ditemukan gunungan sampah yang bau, menjijikan, jorok, merusak keindahan dan mengundang lalat?

Kehidupan kita memang tak apakn pernah lepas dari yang namanya

sampah, karena setiap hari kita pasti memproduksinya, entah itu dari kegiatan makan,minum, serta konsumsi lainnya.

Lalu sampah itu kemudian tidak ‘diperlakukan’ dengan sebagaimana mestinya sehingga menimbulkan banyak parmasalahan yang muncul.

Pro-Kontra masalah PLTSa juga sudah merebak di Kota Bandung ini, dimana Bapak Walikota berencana melakukan pembangunan PLTSa di daerah Gedebage. Kesimpulannya adalah PLTSa yang memakan biaya sangat besar dan boros bahan bakar itu tidak MUTLAK didirikan apabila pengelolaan sampah yang dilakukan oleh tiap individu di Kota Bandung sudah baik.

BAGAIMANA CARA MENGELOLA SAMPAH YANG BENAR??

**Selalu PISAHKAN SAMPAH sebelum membuangnya!! Minimun lakukan 3 pembagian sampah berdasarkan jenisnya yaitu :  Sampah ORGANIS untuk sampah yg dapat membusuk misalnya sisa makanan; NON ORGANIS untuk sampah yang susah membusuk yaitu bahan-bahan plastik, kaleng, kaca, PVC,dsb; serta sampah KERTAS untuk macam-macam kertas,tissu, karton,dsb.

**selalu lakukan 3R dengan tahapan :

1.   REDUCE : kurangi pemakaian bahan-bahan yang susah membusuk dan di daur ulang, misalkan : Air mineral botol, snack berbungkus plastik, dsb

2.REUSE : gunakan kembali barang/benda yg masih dapat dimanfaatkan

3.   RECYCLE : Daur ulang sampah yang kamu hasilkan! Sampah Organis dengan cara mengompos (mengubur, lubang biopori atau keranjang takakura) dan mendaur ulang botol-botol plastik dan kaca.

JANGAN PERNAH :

*MENGUBUR sampah-sampah non-organis apalagi yang mengandung B3(bahan beracun berbahaya) misalnya batu baterai

*MEMBAKAR sampah karena akan menghasilkan gas beracun berbaya yaitu dioksin

KARENA SAMPAH MERUPAKAN TANGGUNG JAWAB KITA BERSAMA, KARENA BUMI MILIK KITA SEMUA

saran/kritik : ganesha_hijau@yahoo.com